Di Tengah Peresmian RDMP, Nelayan Teluk Balikpapan Soroti Aktivitas Laut yang Kian Padat

Aktivitas nelayan Teluk Balikpapan saat melaut di tengah maraknya lalu lintas kapal industri di perairan pesisir. (Dokumentasi/Sivana)

SIVANA, BALIKPAPAN – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia (RI) ke Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026), yang dirangkai dengan peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan, menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam penguatan sektor energi nasional.

Namun di saat yang sama, nelayan pesisir Teluk Balikpapan menyampaikan kegelisahan mereka terhadap kondisi perairan yang kian padat aktivitas industri.

Ketua Nelayan Pesisir Gunung Empat, Kelurahan Margo Mulyo, Iwan Setiawan, mengatakan perubahan aktivitas di laut telah dirasakan nelayan dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi, perubahan tersebut dinilai belum membawa dampak positif bagi kehidupan nelayan pesisir.

“Perubahan positif belum kami rasakan. Justru aktivitas di laut semakin padat dan mengganggu,” tutur Iwan saat dihubungi, Senin (12/1/2026).

Ia menyebut, lalu lintas crew boat milik perusahaan migas di kawasan muara Teluk Balikpapan semakin intens. Aktivitas tersebut, menurutnya, kerap berlangsung tanpa sosialisasi kepada nelayan setempat dan tanpa pengaturan yang jelas.

“Crew boat keluar masuk muara tanpa sosialisasi dan tanpa aturan yang jelas bagi nelayan,” ujarnya.

Di tengah proyek RDMP yang diresmikan hari ini, Iwan mengaku nelayan justru diliputi kekhawatiran. Maraknya kegiatan industri di perairan Teluk Balikpapan dinilai berdampak langsung pada berkurangnya ruang dan waktu melaut.

“Maraknya kegiatan di laut membuat kegiatan nelayan pasti berkurang,” ungkap Iwan.

Terkait bentuk perhatian dari keberadaan kilang dan proyek pengembangannya, Iwan mengatakan hingga saat ini belum ada kontribusi nyata yang dirasakan oleh nelayan pesisir.

“Belum ada,” imbuhnya.

Nelayan juga menyoroti pentingnya aspek lingkungan dalam pembangunan energi. Bagi Iwan, pengelolaan limbah dan sampah di laut harus dilakukan secara serius, disertai peningkatan kedisiplinan karyawan perusahaan terhadap kelestarian lingkungan laut.

“Pengelolaan limbah harus baik. Staf dan karyawan perlu lebih mengerti tentang kelestarian lingkungan laut,” tekannya.

Melalui momentum kunjungan Presiden dan peresmian RDMP Balikpapan, nelayan berharap pemerintah dapat bersikap lebih tegas dalam menegakkan aturan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

“Pemerintah harus lebih tegas dalam penerapan aturan, terutama penanganan sampah dan limbah. Perusahaan juga perlu diwajibkan memberi kontribusi kepada masyarakat, khususnya nelayan,” pesan Iwan.

Ia berharap pembangunan sektor energi dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir Teluk Balikpapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *