SIVANA, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menilai pagelaran wayang kulit yang digelar di kota ini berperan sebagai sarana pendidikan sosial yang menyampaikan nilai kepemimpinan, kebersamaan, dan kearifan lokal kepada masyarakat lintas usia.
“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi mengajarkan kebijaksanaan, tanggung jawab pemimpin, serta kepedulian terhadap rakyat. Kegiatan budaya seperti ini penting untuk terus dihadirkan di ruang publik,” ujar Rahmad saat menghadiri pagelaran di BSCC Dome Balikpapan, Jumat (13/2/2026) malam.
Pagelaran bertajuk Semar Mbangun Khayangan tersebut diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Timur dan dibuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya.
Sejak sore hari, warga mulai memadati kawasan gedung pertunjukan. Keluarga, komunitas budaya, hingga anak muda terlihat antre memasuki lokasi acara, menciptakan suasana ramai sebelum pertunjukan dimulai. Rangkaian kegiatan diawali dengan tarian Gambyong yang mengiringi kedatangan para pejabat daerah.
Pertunjukan wayang kulit kemudian dipimpin oleh dalang Ki MPP Bayu Aji dengan iringan tembang Jawa dari sinden tamu Niken Salindri.
Kapolda Kalimantan Timur Endar Priantoro menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat sekaligus apresiasi atas peran publik menjaga keamanan daerah.
“Pagelaran ini kami persembahkan untuk masyarakat sebagai hiburan budaya dan ucapan terima kasih atas kebersamaan menjaga situasi kamtibmas di Kalimantan Timur agar tetap aman dan kondusif,” kata Endar.
Ia menuturkan bahwa pendekatan budaya menjadi cara efektif mempererat hubungan sosial antara aparat dan warga.
Sementara itu, Kombes Pol Yuliyanto menerangkan bahwa lakon Semar Mbangun Khayangan dipilih karena memuat pesan tentang membangun kehidupan yang tertata dan harmonis.
“Khayangan digambarkan sebagai tempat yang damai dan nyaman. Filosofi ini ingin kami sampaikan agar Balikpapan dan Kalimantan Timur terus menjadi ruang hidup yang aman bagi siapa pun,” ungkapnya.
Di sekitar gedung pertunjukan, belasan booth UMKM turut meramaikan suasana dengan menjajakan kuliner serta produk kerajinan lokal. Aktivitas ekonomi tersebut berlangsung bersamaan dengan jalannya pagelaran budaya.












