Akses Udara dan Sekolah Jadi Fokus Kunjungan Gubernur Kaltim ke Maratua

SIVANA, BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memprioritaskan peningkatan akses transportasi dan layanan pendidikan di wilayah terluar melalui pembukaan rute penerbangan Berau-Maratua serta evaluasi kesiapan fasilitas sekolah di Pulau Maratua.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menyatakan, kunjungannya ke Maratua bertujuan memastikan dua agenda tersebut berjalan seiring, yakni konektivitas wilayah dan layanan dasar bagi masyarakat.

“Kami datang ke Maratua untuk meresmikan rute penerbangan dari Berau ke Maratua agar akses ke pulau ini terbuka, terutama untuk mobilitas warga dan kunjungan wisata,” ujar Rudy Mas’ud, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, konektivitas udara menjadi kebutuhan mendasar bagi wilayah kepulauan yang selama ini bergantung pada jalur laut dengan keterbatasan waktu dan kondisi cuaca.

Adapun, pembukaan rute penerbangan diharapkan mempersingkat akses sekaligus memperkuat keterhubungan Maratua dengan wilayah daratan Kalimantan Timur.

Selain transportasi, Pemprov Kaltim juga menyoroti kesiapan fasilitas pendidikan yang dibangun di wilayah terluar.

Rudy menyebut pemerintah perlu memastikan sekolah yang telah dibangun benar-benar berfungsi dan mendukung proses pembelajaran.

“Kami juga ingin melihat langsung sekolah yang dibangun pemerintah provinsi, memastikan sudah operasional dan layak digunakan oleh siswa,” tuturnya.

Pemprov Kaltim menempatkan pendidikan di wilayah kepulauan sebagai bagian dari kebijakan pemerataan layanan dasar. Dengan program pendidikan gratis, pemerintah daerah berupaya mengurangi kesenjangan akses akibat faktor geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Rudy juga mengingatkan bahwa peningkatan akses ke Maratua akan membawa konsekuensi lingkungan. Bertambahnya mobilitas dan kunjungan harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Akses terbuka harus diiringi dengan komitmen menjaga lingkungan, baik darat maupun laut, agar Maratua tidak rusak oleh aktivitas manusia,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan masyarakat dan pelajar setempat terkait kebutuhan dasar di Pulau Maratua.

Di sisi lain, pihaknya menilai, keberhasilan pembangunan wilayah terluar tidak diukur dari peresmian, melainkan dari sejauh mana akses, pendidikan, dan lingkungan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *