Pasang Laut Awal Februari Capai 3 Meter, Pesisir Kaltim Diminta Waspada

Kawasan Pesisir di Balikpapan.

SIVANA, KALIMANTAN TIMUR – Masyarakat di sejumlah kawasan pesisir Kalimantan Timur diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi pasang laut tinggi yang diprakirakan terjadi pada awal Februari 2026. Fenomena pasang ini diperkirakan mencapai ketinggian hingga 3 meter dan berpotensi memengaruhi aktivitas pesisir, mulai dari pelabuhan hingga tambak budi daya.

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Balikpapan, periode pasang laut tinggi diperkirakan berlangsung pada 2-4 Februari 2026. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan apabila terjadi bersamaan dengan aktivitas masyarakat dan dinamika gelombang laut.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, menjelaskan bahwa pasang laut tidak hanya berdampak pada aktivitas pelabuhan, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat pesisir.

“Pasang laut berpotensi menghambat kegiatan bongkar muat, mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, hingga membahayakan keselamatan, terutama anak-anak yang beraktivitas di sekitar pantai,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Sektor budi daya menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Tambak ikan, udang, kepiting, hingga garam berisiko tergenang air laut, yang dapat merusak peralatan serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi petambak apabila tidak dilakukan langkah antisipasi.

BMKG mencatat, puncak pasang tertinggi di wilayah pesisir Kaltim terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Di Teluk Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, ketinggian pasang diprakirakan mencapai 3 meter pada 2 Februari sekitar pukul 19.00 Wita, dengan surut terendah sekitar 0,2 meter pada dini hari.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di perairan Balikpapan, dengan ketinggian pasang mencapai 3 meter pada waktu yang hampir bersamaan. Sementara itu, surut terendah di wilayah ini diprakirakan terjadi pada 5 Februari siang hari dengan ketinggian sekitar 0,3 meter.

BMKG mengidentifikasi sejumlah kawasan pesisir yang berpotensi terdampak langsung, di antaranya Samboja dan Samboja Barat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, serta Kabupaten Paser. Wilayah-wilayah tersebut masih memiliki aktivitas tambak yang cukup intensif dan rentan terhadap limpasan air laut.

Selain itu, peringatan juga ditujukan kepada warga di sekitar muara sungai. Di muara Sungai Berau, pasang laut diprakirakan mencapai 2,8 meter pada 4 Februari malam. Sementara di muara Sungai Mahakam, khususnya kawasan Pulau Nubi, ketinggian pasang diperkirakan mencapai 2,9 meter pada 3 Februari malam.

Di kawasan Pulau Nubi dan Muara Pantauan, aktivitas tambak udang dan kepiting masih berlangsung aktif. Kondisi tersebut meningkatkan potensi risiko apabila pasang laut tinggi tidak diantisipasi dengan pengamanan yang memadai.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, pelaku usaha tambak, serta pengguna jasa laut untuk terus memantau informasi cuaca maritim terkini dan menyesuaikan aktivitas selama periode pasang tinggi berlangsung.

Langkah antisipatif sejak dini dinilai penting guna meminimalkan dampak ekonomi maupun risiko keselamatan akibat dinamika pasang laut di wilayah pesisir Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *