SIVANA, BALIKPAPAN – Pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat dipastikan tetap berjalan meski kontrak dengan pelaksana proyek sebelumnya telah diputus.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang menegaskan bahwa proyek pembangunan RS tersebut tidak dihentikan, melainkan tengah melalui tahapan evaluasi dan klarifikasi sebelum dilanjutkan kembali.
“Setelah dilakukan klarifikasi dan selesai, pembangunan akan dilanjutkan. Jadi, program ini tidak berhenti.” kata Bagus saat dijumpai media, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, pembangunan rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya pemerataan fasilitas kesehatan di Kota Balikpapan, khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang hingga kini belum memiliki rumah sakit sendiri.
Bagus memastikan persoalan kontrak proyek tidak memengaruhi layanan kesehatan yang sudah berjalan.
“Rumah sakit yang sudah ada akan tetap melayani masyarakat. RS yang akan dibangun ini kan untuk menambah fasilitas baru. Jadi, pelayanan tetap berjalan. Peserta BPJS pun akan tetap dilayani,” tuturnya.
Bagus menerangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan saat ini memiliki 27 puskesmas aktif. Selain itu, satu puskesmas baru tengah dipersiapkan untuk memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan terkait pemutusan kontrak, Inspektorat sebagai aparat pengawasan internal pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyampaikan hasil kajian kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Inspektorat sudah melakukan penilaian dan memberikan kajian. Kemudian, itu disampaikan kepada penanggung jawab kegiatan dan kepala dinas agar ditindaklanjuti,” imbuhnya.
Sebelumnya, kontrak dengan PT Ardi Tekindo Perkasa diputus lantaran perusahaan tersebut dinilai tidak mampu mencapai target progres fisik pekerjaan, meskipun telah diberikan dua kali perpanjangan waktu sejak 2024.
Adapun, proyek pembangunan rumah sakit tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp106 miliar.
Pemkot Balikpapan memastikan uang muka sebesar 20 persen yang dicairkan telah terealisasi dalam bentuk pekerjaan fondasi awal serta pengadaan material yang kini berada di lokasi pekerjaan.
Bagus juga menegaskan anggaran kelanjutan pembangunan tetap tersedia dan tidak hilang akibat pemutusan kontrak.
Pemkot Balikpapan akan membuka proses lelang ulang untuk mendapatkan kontraktor baru yang dinilai lebih kompeten agar pembangunan RS Sayang Ibu dapat kembali dipacu.












