SIVANA, BALIKPAPAN – Keberadaan ruang terbuka publik di Kecamatan Balikpapan Selatan dinilai belum dimanfaatkan secara optimal meski fasilitas taman kota terus bertambah. Hal tersebut disampaikan Ketua LPM Sepinggan Baru, Wahyullah Bandung, saat rangkaian kegiatan warga digelar di Taman Tiga Generasi.
Menurut Wahyullah, pembangunan taman selama ini masih berfokus pada penyediaan fisik, tanpa diiringi pengelolaan aktivitas yang berkelanjutan.
“Ruang terbuka banyak dibangun, tapi belum semuanya dimakmurkan. Padahal masyarakat, terutama anak muda, butuh ruang untuk beraktivitas dan menyalurkan energi positif,” ujarnya.
Ia menjelaskan kawasan Balikpapan Selatan didominasi wilayah permukiman yang berkembang pesat oleh pengembang dengan karakter urban yang kuat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan ruang publik semakin mendesak, terutama sebagai ruang interaksi warga di sekitar tempat tinggal.
Sebagai langkah awal menghidupkan fungsi taman kota, LPM Sepinggan Baru menggelar kegiatan seharian penuh yang melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari jalan santai peringatan HUT ke-129 Kota Balikpapan, lomba mewarnai, lomba tari kreasi, karaoke antar-RT, hingga lomba foto spot Instagram mobile.
Wahyullah mengatakan, lomba fotografi digelar untuk mengangkat sisi visual taman kota yang selama ini jarang terekspos kepada publik. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat memperluas perhatian masyarakat terhadap potensi ruang terbuka.
Selain aktivitas lomba, panggung seni budaya turut dihadirkan dengan melibatkan sanggar tari lokal yang menampilkan tarian tradisional hingga modern. Dalam momentum yang sama, LPM Sepinggan Baru juga meresmikan unit pengelolaan sampah taman yang melibatkan pedagang dan pelaku UMKM di kawasan tersebut.
Sebanyak 15 rombong usaha diserahkan kepada pedagang yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya dari sekitar 60 UMKM yang beraktivitas di area taman. Langkah tersebut dilakukan untuk menata aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kebersihan ruang publik.
Wahyullah juga menyoroti aspek pengawasan dan pemeliharaan fasilitas taman. Ia menyebut peningkatan pencahayaan, pemasangan CCTV, serta keterlibatan dinas terkait menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
Namun ia menegaskan, keberlanjutan ruang terbuka publik tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Ruang publik bisa diakses siapa saja. Rasa memiliki masyarakat harus dibangun supaya taman tetap terawat dan aman,” tuturnya.
Lebih jauh, Wahyullah menyinggung masih minimnya dukungan anggaran untuk pengembangan ruang terbuka publik. Baginya, pembangunan kota selama ini terlalu berfokus pada gedung dan infrastruktur vertikal, sementara ruang horizontal seperti taman kota belum menjadi prioritas utama.
Ia menilai ruang terbuka publik seharusnya dipandang sebagai bagian penting dari pembangunan sosial, lingkungan, sekaligus ekonomi masyarakat. Adapun, kegiatan di Taman Tiga Generasi direncanakan menjadi agenda rutin sebagai upaya memaksimalkan fungsi ruang publik di Balikpapan Selatan.












