Berita  

UMKM dan Seni Kuasai Taman Bekapai pada Jelang HUT-129 Kota Balikpapan

Asisten 3 Pemkot Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty, saat menghadiri kegiatan Cerita Bekapai di Taman Bekapai Balikpapan.

SIVANA, BALIKPAPAN – Ruang publik Taman Bekapai kembali dipenuhi denyut kreativitas warga lewat kegiatan bertajuk Cerita Bekapai. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, namun merupakan wadah pengembangan ekonomi kreatif yang menggabungkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), seni musik jalanan, hingga pameran kendaraan ramah lingkungan.

Ketua Panitia HUT ke-129 Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa Cerita Bekapai lahir dari aktivitas rutin komunitas pencinta seni dan ekonomi kreatif yang selama ini berkumpul di kawasan taman kota tersebut.

“Di sini ada kelompok musik tradisional, musik jalanan, kuliner yang memang selalu hidup di Taman Bekapai. Tahun ini kami tambah lagi dengan karya-karya dari kelompok disabilitas,” ujarnya saat diwawancara langsung.

Menurut perempuan yang akrab disapa Dio itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memang menjadikan Taman Bekapai sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Ia menyebut, tema Cerita Bekapai diangkat untuk merekam perjalanan dari masa ke masa, sekaligus menghadirkan inovasi baru. Dalam pelaksanaannya, sekitar 20 pelaku UMKM mengisi area dalam taman, sementara pedagang yang selama ini berjualan di sekitar kawasan depan tetap dipertahankan.

“Yang di dalam taman ada sekitar 20 tenant. Di luar, seperti yang biasa di depan, tetap berjalan. Jadi semuanya tetap hidup,” sebutnya.

Beragam sajian kuliner, produk kreatif lokal, hingga pertunjukan seni membuat kawasan ini ramai dikunjungi warga sejak sore hingga malam hari. Adapun, salah satu hal baru yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran pameran kendaraan listrik di sisi kanan area taman. Program ini menjadi bagian dari kampanye cinta lingkungan sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang transportasi ramah emisi.

“Kami ingin masyarakat bisa melihat langsung, mengenal, bahkan mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik di Balikpapan,” tutur Dio.

Ia pun mengungkapkan bahwa program ini juga mendapat dukungan dari Perusahaan Listrik Negara bersama sejumlah mitra lainnya.

“PLN memang yang paling dekat support-nya, jadi cukup menonjol. Tapi sebenarnya banyak mitra lain yang terlibat,” sambungnya.

Lewat Cerita Bekapai, Pemkot Balikpapan berharap ruang publik tak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi warga serta ekspresi seni masyarakat.

“Kami ingin Taman Bekapai terus hidup, bukan hanya sebagai taman, tapi sebagai ruang berkegiatan, berkarya, dan menggerakkan ekonomi kreatif Balikpapan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *