SIVANA, PENAJAM PASER UTARA – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar di Kecamatan Waru menimbulkan sorotan terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru, yang baru beroperasi kurang dari dua pekan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 24 siswa SDN 008 Waru dan satu pelajar SMA Negeri 2 Waru sebelumnya dilarikan ke Puskesmas Waru pada Rabu (11/2/2026) dengan keluhan mual, muntah, sakit perut, dan sesak napas. Dugaan sementara mengarah pada menu tambahan berupa puding.
Upaya konfirmasi awak media kepada pihak pengelola SPPG Waru pada Rabu siang tidak membuahkan hasil. Sejumlah petugas yang berjaga di lokasi menyebut kepala SPPG dan petugas terkait berada di dalam area dapur umum. Namun hingga sekitar pukul 15.00 Wita, pihak yang berwenang tidak menemui wartawan. Petugas kemudian menyampaikan bahwa pimpinan SPPG telah menuju Puskesmas Waru.
“Kami tidak bisa menyampaikan keterangan. Silakan langsung ke kepala SPPG,” ungkap salah satu petugas.
Permintaan untuk menghadirkan petugas ahli gizi juga tidak direspons. Bahkan saat dimintai kontak pimpinan SPPG Waru, petugas enggan memberikannya. Sementara itu, salah seorang wali murid kelas 6 SDN 008 Waru, Herma, berharap pelaksanaan MBG dapat dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kasihan anak-anak kalau akhirnya jadi musibah. Harus diperbaiki supaya tidak terjadi lagi,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Waru belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.












