Indeks

Dari Ruang Usaha ke Percakapan Politik: Mengapa Nama Adam Dustin Ikut Muncul?

 

SIVANA, BALIKPAPAN – Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan 2029 masih jauh dari tahapan resmi, ruang publik mulai dipenuhi diskusi mengenai figur yang dinilai memiliki modal kepemimpinan. Menariknya, perbincangan itu tidak hanya mengarah kepada politisi atau pejabat yang telah lama berkecimpung di pemerintahan.

Sejumlah tokoh dari kalangan organisasi dan dunia usaha juga mulai ikut disebut, salah satunya Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan, Adam Dustin Bhakti.

Nama Adam mencuat bukan karena aktivitas politik yang menonjol, melainkan rekam jejaknya di sektor kewirausahaan dan organisasi.

Alumnus Universitas Brawijaya itu memulai usahanya dari studio foto Lexa Pearce yang kemudian berkembang menjadi Lexa Event. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyelenggaraan kegiatan dan kolaborasi lintas sektor, termasuk pendampingan pelaku usaha dan industri kreatif.

Perjalanan di dunia usaha kemudian membawanya ke berbagai organisasi. Pada 2024, Adam dipercaya memimpin BPC HIPMI Balikpapan periode 2024-2027. Di organisasi tersebut, Adam mendorong program pengembangan pengusaha muda, penguatan jejaring usaha, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku UMKM.

Selain itu, ia juga menjabat Ketua DPD Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kalimantan Timur serta memimpin Esports Indonesia (ESI) Kota Balikpapan.

Aktivitas tersebut membuat Adam lebih sering muncul dalam forum ekonomi dibanding forum politik. Pada 2025, Pemerintah Kota Balikpapan bahkan memberikan penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan komunitas pengusaha muda.

Meski demikian, rekam jejak organisasi itu belakangan turut menyeret namanya ke dalam berbagai percakapan mengenai figur potensial pada Pilkada mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Adam memilih tidak membaca terlalu jauh arah diskusi yang berkembang. Menurutnya, perhatian yang lebih mendesak saat ini adalah kondisi dunia usaha yang masih menghadapi tekanan.

“Saat ini saya masih fokus mengembangkan pengusaha muda agar memiliki peran dalam perekonomian kota. Dunia usaha masih menghadapi banyak tantangan sehingga membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat, terutama untuk membantu UMKM berkembang,” tekannya kepada Sivanamedia.com saat dikonfirmasi langsung, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan peluang untuk mengabdi melalui ruang yang lebih luas selalu terbuka bagi siapa pun. Namun, hingga saat ini ia mengaku belum sedang mempersiapkan langkah politik.

“Kalau memang suatu saat ada ruang untuk berkontribusi lebih besar tentu akan dipertimbangkan. Tapi sekarang saya memilih menyelesaikan tanggung jawab yang sedang saya jalankan,” tegasnya.

Adam juga mengungkapkan dirinya tidak mengetahui secara pasti alasan namanya mulai dikaitkan dengan Pilkada Balikpapan 2029. Ia hanya menilai kemungkinan ada sebagian masyarakat yang memberikan dukungan berdasarkan aktivitas yang selama ini dijalankannya.

Di tengah berkembangnya diskusi tersebut, agenda yang kini menjadi fokusnya justru berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah.

HIPMI Balikpapan, sebutnya, sedang menjajaki kolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan dan Dekranasda untuk memperluas pembinaan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemasaran digital, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Fenomena munculnya nama-nama baru di luar lingkaran politik formal menunjukkan bahwa ruang publik mulai memberi perhatian kepada figur dengan latar belakang yang beragam.

Namun secara regulasi, proses Pilkada Balikpapan 2029 belum memasuki tahapan apa pun. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota beserta perubahan-perubahannya, pencalonan kepala daerah baru dilakukan setelah tahapan resmi ditetapkan oleh penyelenggara pemilu melalui mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, nama-nama yang kini berkembang di ruang publik masih sebatas bagian dari dinamika politik lokal. Belum ada pencalonan resmi, maupun kepastian siapa yang akan mengikuti kontestasi saat tahapan Pilkada dimulai.

Exit mobile version