SIVANA, BALIKPAPAN – Pengembangan layanan Bus City Trans (BCT) atau Bacitra di Balikpapan memasuki fase perencanaan jangka menengah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memastikan, perluasan rute menuju Balikpapan Timur, termasuk kawasan Manggar, belum akan direalisasikan dalam waktu dekat karena masih menunggu hasil kajian menyeluruh.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penambahan rute Bacitra.
Diketahui, pemerintah kota masih memfokuskan penyusunan arah kebijakan transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Untuk saat ini belum ada pembukaan rute baru. Target layanan baru Bacitra direncanakan pada tahun 2028,” kata Fadli, Rabu (14/1/2025).
Ia menjelaskan, pada 2026 Dishub akan memulai penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) bersama Bappenas melalui program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP).
Kajian tersebut menjadi fondasi dalam menentukan arah pengembangan sistem transportasi publik Balikpapan secara komprehensif.
Melalui SUMP, Dishub tidak hanya membahas jalur utama Bacitra, tetapi juga merancang keterhubungan dengan moda transportasi lain, termasuk angkutan pengumpan atau feeder, agar layanan menjangkau kawasan permukiman secara lebih luas.
“Dalam dokumen SUMP akan dirinci pengembangan rute Bacitra, termasuk integrasi dengan feeder dan rencana pelayanan ke Balikpapan Timur,” tuturnya.
Fadli menyebut, pengembangan layanan ke wilayah timur merupakan bagian dari upaya pemerataan akses transportasi publik, bukan sekadar perluasan rute.
Adapun, transportasi massal diproyeksikan sebagai solusi untuk menekan kemacetan serta mengurangi beban biaya mobilitas masyarakat.
“Rute ke arah timur dirancang untuk melayani kebutuhan mobilitas pekerja dan pelajar di Balikpapan Timur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kepastian waktu layanan,” jelasnya.
Dishub juga memastikan bahwa pembukaan rute baru nantinya tidak hanya berfokus pada operasional bus, tetapi turut disertai penyediaan sarana pendukung.
Kemudian, lanjutnya, halte yang layak serta penambahan armada menjadi bagian dari perencanaan agar standar pelayanan Bacitra dapat terjaga.
“Penambahan armada dan fasilitas pendukung akan disiapkan agar waktu tunggu penumpang tetap sesuai standar dan operasional berjalan optimal,” pungkasnya.
Selain Balikpapan Timur, Dishub menargetkan pengembangan layanan Bacitra ke wilayah barat dan utara kota dalam periode yang sama. Seluruh rencana tersebut telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.












