SIVANA, BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyebut bahwa Kaltim memiliki modal strategis untuk terlibat aktif dalam agenda transisi energi hijau dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Namun, ia menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan teknologi masih menjadi pekerjaan rumah agar masyarakat lokal tidak tertinggal dalam transisi tersebut.
Menurutnya, Kaltim memiliki potensi energi yang sangat besar, baik dari sektor energi terbarukan maupun sumber energi lain yang mendukung agenda transisi hijau nasional.
Adapun, salah satu proyek strategis yang tengah disiapkan yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas sekitar 300 megawatt yang direncanakan mulai dibangun tahun ini. Selain itu, Kaltim juga selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penopang utama pasokan energi nasional, termasuk dari sektor energi berbasis SDA yang terus berjalan hingga saat ini.
“Kaltim mempunyai kekuatan energi yang besar dan juga turut berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan nasional,” kata Rudy dalam Seminar Nasional Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs serta Green Economy di Kalimantan, yang digelar di Universitas Balikpapan (Uniba), Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, Rudy menilai besarnya potensi tersebut tidak serta-merta menjamin kesejahteraan masyarakat daerah jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM dan penguasaan teknologi.
Karenanya, Ia menekankan bahwa transisi energi dan ekonomi hijau tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dan memastikan siapa saja yang terlibat dan memperoleh manfaat dari proses perubahan tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen dalam mendorong agar agenda transisi hijau mampu menciptakan peluang kerja baru yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi generasi muda di Kaltim.
“Tentunya transisi ini harus bisa melahirkan pekerjaan baru yang lebih hijau, kreatif dan juga membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ia juga mengingatkan pentingnya peran mahasiswa dan generasi muda sebagai aktor utama dalam ekonomi hijau ke depan.
Menurut Rudy, kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan perubahan struktur ekonomi menjadi kunci daya saing daerah.
“Generasi muda itu masa depan Kaltim. Jadi, penguasaan teknologi dan kesiapan menghadapi perubahan itu penting,” imbuhnya.
Melalui penguatan SDM dan Teknologi, Rudy berharap Kalimantan Timur mampu memastikan transisi energi hijau berjalan inklusif sekaligus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.




