SIVANA, BALIKPAPAN – LPM Sepinggan Baru meluncurkan logo resmi Taman Tiga Generasi sebagai identitas ruang terbuka publik yang diharapkan menjadi ikon wisata perkotaan di wilayah Balikpapan Selatan.
Ketua LPM Sepinggan Baru sekaligus Ketua Panitia kegiatan warga, Wahyullah Bandung, menjelaskan peluncuran logo tersebut merupakan langkah awal membangun karakter taman kota agar memiliki ciri khas tersendiri, tidak sekadar sebagai fasilitas ruang hijau.
“Setiap taman kota seharusnya punya keunikan dan karakter masing-masing. Logo ini kami siapkan sebagai identitas yang nantinya bisa dipromosikan sebagai daya tarik wisata,” kata Wahyullah saat ditemui langsung di lokasi kegiatan, Sabtu (14/2/2026).
Ia menerangkan logo Taman Tiga Generasi dirancang dengan filosofi daun yang merepresentasikan ruang hijau, serta konsep tiga generasi yang sejak awal menjadi dasar pembangunan taman tersebut, yakni anak-anak, generasi muda, dan orang dewasa.
“Maknanya sesuai fungsi taman ini, yang digunakan lintas usia. Dari anak-anak sampai orang tua,” ucapnya.
Selain sebagai simbol kawasan, logo tersebut juga disiapkan sebagai basis pengembangan produk ekonomi kreatif. Wahyullah menyebut logo akan diaplikasikan pada berbagai merchandise seperti kaos, gantungan kunci, dan produk promosi lainnya.
Produk-produk tersebut direncanakan menjadi sarana promosi wisata ruang terbuka publik sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
Lebih jauh, Wahyullah mengungkapkan peluncuran logo ini merupakan bagian dari visi jangka panjang agar setiap ruang terbuka publik yang dibangun pemerintah memiliki identitas masing-masing.
“Saya punya cita-cita, ke depan setiap taman kota punya logo sendiri. Logo itu yang dijual sebagai kekuatan pariwisata, dengan melibatkan komunitas ekonomi kreatif untuk desain, produksi merchandise, hingga promosi,” ujarnya.
Menurutnya, ruang terbuka publik seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan pengelola ruang publik menjadi kunci agar potensi tersebut dapat berjalan optimal.
Wahyullah menegaskan Taman Tiga Generasi diposisikan sebagai pionir pengembangan identitas ruang terbuka publik di Balikpapan Selatan, sekaligus contoh pemanfaatan aset kota agar memberi nilai tambah ekonomi.
“Aset yang kita miliki harus dimaksimalkan, bukan hanya dibangun lalu dibiarkan,” ungkap Wahyullah.
Peluncuran logo ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas warga yang digelar di Taman Tiga Generasi dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-129 Kota Balikpapan.












