Mahligai Nusantara 2026 Tak Hanya Jualan, UMKM Bisa Konsultasi Kemasan hingga Sertifikasi

Kepala KPwBI Balikpapan Robi Ariadi saat menghadiri salah satu kegiatan Bank Indonesia di Balikpapan. (Sivanamedia)

SIVANA, BALIKPAPAN – Pelaku UMKM yang datang ke Mahligai Nusantara 2026 di Balikpapan tidak hanya akan menemukan deretan produk untuk dipamerkan dan dijual.

Bank Indonesia (BI) juga menyiapkan ruang konsultasi yang menyentuh kebutuhan usaha sehari-hari, mulai dari kemasan, perizinan, sertifikasi hingga akses pembiayaan.

Mahligai Nusantara 2026 digelar pada 11-13 September 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengembangan UMKM yang disiapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan.

Melalui Zona Layanan dan Konsultasi, pelaku usaha dapat memperoleh informasi dan pendampingan terkait pembiayaan perbankan, kemasan, hak kekayaan intelektual (HAKI), perizinan, sertifikasi, akses ekspor, halal, wakaf, hingga pengembangan produk dan inovasi.

Kepala KPwBI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan penguatan UMKM dalam kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga kualitas produk dan perluasan akses pasar.

“Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem UMKM, baik dari sisi kapasitas usaha, kualitas produk, maupun perluasan akses pasar,” ucap Robi dalam keterangan rilis yang dibagikan kepada awak media.

Salah satu materi yang dibawa dalam kegiatan tersebut adalah inovasi kemasan. Workshop pada 12 September akan membahas kemasan yang fungsional, menarik, memiliki nilai tambah, sekaligus dapat terintegrasi dengan pengembangan kekayaan intelektual.

Pada hari yang sama, pelaku usaha juga mendapat materi mengenai wastra dan ready-to-wear. Inovasi desain lokal diarahkan menjadi produk yang dapat digunakan dan mengikuti perkembangan tren.

Ada pula workshop green business yang memperkenalkan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Materi tersebut sekaligus membuka pembahasan mengenai peluang pasar melalui model bisnis berkelanjutan.

Bagi UMKM makanan dan minuman, pembahasan mengenai shelf-life menjadi agenda tersendiri. Talkshow strategi standardisasi shelf-life pada 13 September diarahkan untuk meningkatkan konsistensi dan daya simpan produk.

Kesiapan menuju pasar global juga masuk dalam agenda hari ketiga melalui workshop Global Scale Up. Pelaku usaha akan mendapat materi mengenai peningkatan kualitas produk untuk memperluas jangkauan pasar.

Dari sisi showcase, Mahligai Nusantara 2026 menghadirkan UMKM unggulan dengan produk makanan dan minuman olahan, wastra dan ready-to-wear, serta handycraft.

Rangkaian acara dimulai pada 11 September melalui workshop Digital Scale Up yang membahas pemanfaatan social commerce, marketplace, content marketing, live commerce, dan AI untuk riset serta perluasan pasar.

Hari pertama juga diisi talkshow inovasi pembayaran yang memperkenalkan QRIS TAP, KKI, dan QRIS Cross Border. Ada pula Fashion Show Competition AKMN 2026 dan Kompetisi Tari Kreasi Nusantara.

Pada 12 September, selain workshop kemasan, wastra dan ready-to-wear, serta green business, terdapat kompetisi memasak “Ngaduk Rasa Produk Lokal”.

Sementara pada 13 September, agenda dilanjutkan dengan talkshow standardisasi shelf-life, Global Scale Up, Smart Coffeepreneur, serta berbagai kompetisi bagi generasi muda dan kreator.

Mahligai Nusantara 2026 juga terintegrasi dengan FENTURA POP 2026 yang berlangsung pada 10-13 September 2026 di BSCC-Dome Balikpapan.

Dengan rangkaian tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses pameran sekaligus layanan yang berkaitan dengan pengembangan produk, legalitas, pembiayaan, sertifikasi, dan perluasan pasar.

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *