Indeks
Update  

Balita Hanyut di Manggar Jadi Alarm Keselamatan Drainase Kota

0-0x0-0-0#

SIVANA, BALIKPAPAN – Kematian seorang balita berusia dua tahun yang terseret arus parit di kawasan Manggar, Balikpapan Timur, menyisakan duka sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya aspek keselamatan pada infrastruktur perkotaan.

Peristiwa yang menimpa korban berinisial KAR itu memunculkan perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota DPRD Balikpapan, Sufyan Jufri, yang meminta pemerintah daerah menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi drainase di sejumlah wilayah.

Menurut Sufyan, keberadaan saluran air berukuran besar yang terbuka dan berada di dekat permukiman memiliki potensi membahayakan warga, terutama anak-anak yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan tersebut.

Adapun, tekannya, langkah yang mendesak dilakukan saat ini adalah mengidentifikasi kawasan-kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

“Ini bukan semata-mata soal satu kejadian, tetapi bagaimana pemerintah bisa melihat titik-titik yang berpotensi menimbulkan bahaya sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sufyan.

Baginya, keselamatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam perencanaan maupun pemeliharaan infrastruktur. Sebab, drainase tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga berada sangat dekat dengan kehidupan warga.

Ia menuturkan, ancaman dari saluran terbuka tidak hanya mengintai anak-anak. Dalam kondisi tertentu, orang dewasa juga berisiko menjadi korban, terutama saat curah hujan tinggi dan genangan mulai menutupi batas drainase.

Oleh sebab itu, Sufyan mendorong pemerintah kota melalui instansi teknis untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh saluran air yang dinilai rawan, sekaligus menyiapkan langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia juga berharap, agar peristiwa di Manggar tidak berhenti sebagai kabar duka semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat aspek keselamatan di ruang-ruang publik.

Selain peran pemerintah, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anak ketika bermain di sekitar saluran air maupun area yang memiliki potensi bahaya.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua juga perlu lebih waspada terhadap lingkungan sekitar tempat anak-anak beraktivitas,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Sufyan, yang terpenting saat ini bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan agar tidak ada lagi korban berikutnya.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama bagi kita semua,” tutupnya.

Exit mobile version