Indeks

Dari Sepinggan Baru, Harapan Baru Sepak Bola Balikpapan Mulai Dibangun

SIVANA, BALIKPAPAN – Di tengah padatnya aktivitas akhir pekan, Lapangan Sepinggan Baru dipenuhi ratusan anak yang datang membawa perlengkapan sepak bola mereka, Minggu (31/5/2026).

Sebagian terlihat serius melakukan pemanasan, sebagian lain bercanda dengan rekan setimnya. Namun satu hal yang sama, mereka hadir untuk mendapatkan kesempatan bermain, belajar, dan berkembang melalui Liga Balikpapan.

Kompetisi yang digelar untuk kelompok usia 9, 10, 12, dan 15 tahun itu diikuti 56 tim dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Balikpapan. Total lebih dari 1.000 pemain terlibat dalam ajang yang akan berlangsung setiap Minggu selama empat bulan ke depan.

Di balik ramainya pertandingan, penyelenggara menilai kompetisi tersebut memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menentukan siapa yang menjadi juara pada akhir musim.

Ketua LPM Sepinggan Baru, Wahyullah Bandung, mengatakan Liga Balikpapan disiapkan sebagai ruang bagi anak-anak yang selama ini berlatih di berbagai SSB untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara rutin.

Ia menyebut, kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena pemain dapat mengukur kemampuan mereka secara langsung di lapangan.

“Anak-anak selama ini sudah berlatih di sekolah sepak bola masing-masing. Kompetisi ini menjadi wadah agar mereka punya kesempatan bermain secara berkelanjutan dan mengembangkan kemampuan yang sudah dilatih,” ujarnya.

Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsi Lapangan Sepinggan Baru sebagai ruang aktivitas olahraga masyarakat.

Wahyullah menjelaskan, Liga Balikpapan dirancang untuk menjadi agenda tahunan. Dengan pelaksanaan yang berkesinambungan, kompetisi ini diharapkan mampu membantu proses pencarian pemain-pemain potensial yang nantinya dapat memperkuat sepak bola Balikpapan.

Baginya, pembinaan usia dini tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan teknik bermain bola. Pembentukan karakter juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Disamping itu, ia mengingatkan seluruh peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab.

Ia pun mendorong para pemain muda mulai membiasakan pola hidup sehat sejak dini, termasuk menjaga asupan makanan dan kebugaran tubuh.

“Pemain sepak bola harus memahami pentingnya menjaga kondisi fisik. Selain latihan, pola makan, stamina, dan disiplin juga menentukan perkembangan mereka ke depan,” pesannya.

Sementara itu, Pelatih SSB Kukayu Balikpapan, Yanuar Putro, melihat kompetisi yang berlangsung selama beberapa bulan memberikan manfaat yang lebih besar dibanding turnamen yang selesai dalam waktu singkat.

Menurutnya, pertandingan yang digelar setiap pekan memungkinkan pelatih melakukan pemantauan perkembangan pemain secara lebih konsisten. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi yang kemudian diterapkan dalam sesi latihan berikutnya.

“Anak-anak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Dari situ kami bisa melihat perkembangan mereka dan mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki,” ungkap Yanuar.

Ia menilai keberhasilan pembinaan usia dini tidak bisa diukur hanya dari jumlah kemenangan atau gelar juara yang diraih. Yang lebih penting adalah bagaimana pemain memperoleh pengalaman bertanding, memahami kerja sama tim, dan membangun kepercayaan diri.

“Pada usia ini proses belajar jauh lebih penting. Kompetisi menjadi tempat mereka berlatih mengambil keputusan, bekerja sama dengan teman satu tim, dan memahami situasi pertandingan,” tekannya.

Di sisi lain, Yanuar menekankan pentingnya sinergi antara pelatih dan orang tua dalam mendukung perkembangan pemain muda. Dengan penuh optimisme, anak-anak akan berkembang lebih baik apabila mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan di sekitarnya.

Ia berharap orang tua dapat memberikan motivasi dan semangat kepada anak selama mengikuti kompetisi, sementara aspek teknis permainan tetap menjadi tanggung jawab pelatih.

“Kalau semua pihak bisa menjalankan perannya masing-masing, proses pembinaan akan berjalan lebih maksimal dan anak-anak juga bisa bermain dengan nyaman,” pungkasnya.

Di balik jalannya kompetisi, terdapat harapan agar Liga Balikpapan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola usia dini di kota ini. Tidak hanya mengejar hasil pertandingan, para pemain muda juga didorong untuk menambah pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan membangun karakter melalui setiap laga yang mereka jalani.

Selama empat bulan ke depan, Lapangan Sepinggan Baru akan menjadi tempat berkumpulnya ratusan pemain muda setiap akhir pekan. Dari lapangan itu pun, mereka belajar lebih dari sekadar sepak bola, mulai dari kerja sama, kedisiplinan, hingga semangat untuk terus berkembang.

Exit mobile version