SIVANA, BALIKPAPAN – Cara orang menggunakan data sedang berubah. Informasi tidak lagi cukup hanya tersedia dan akurat, akan tetapi harus bisa diakses dengan cepat, diolah dengan mudah, dan dibandingkan dalam waktu singkat.
Kebutuhan ini mulai menekan sistem statistik untuk beradaptasi. Dalam konteks tersebut, layanan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan dinilai perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, terutama di tengah dorongan penggunaan kecerdasan buatan dalam pengolahan data.
Tenaga ahli Balikpapan Innovation Outlook, Bambang Saputra, menyebut data BPS selama ini menjadi rujukan penting dalam penyusunan policy brief, khususnya untuk mendukung pengambilan kebijakan di sektor ekonomi dan keuangan.
Kendati demikian, menurutnya, kebutuhan pengguna kini berkembang lebih cepat dibanding sistem yang tersedia.
“Di era ketidakpastian ini, kita membutuhkan data yang tidak hanya akurat, tetapi juga cepat tersedia dan mudah diolah,” ucap Bambang.
Ia menilai, penguatan sistem tidak cukup hanya pada penyediaan data, tetapi juga pada kemampuan integrasi.
“Integrasi sistem yang mampu membandingkan data antar-BPS secara otomatis akan sangat membantu peneliti dan pengambil kebijakan,” tuturnya.
Selain itu, Bambang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data statistik.
“Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menjadi penting agar sistem data tidak tertinggal dari kebutuhan pengguna,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala BPS Balikpapan, Marinda Dana Prianto, menyatakan bahwa pembenahan layanan mulai dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut.
“Kami berupaya memenuhi kebutuhan dasar agar layanan BPS dapat diakses seluruh kalangan tanpa terkecuali,” ujarnya.
BPS Balikpapan saat ini telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti ruang ramah anak, ruang laktasi, serta jalur pemandu bagi penyandang disabilitas.
Perbaikan juga dilakukan pada layanan digital. Sistem laman resmi tengah disempurnakan agar pencarian data lebih cepat dan efisien, serta diperkuat melalui layanan WhatsApp untuk merespons kebutuhan pengguna.
Selain itu, BPS Balikpapan menyiapkan inovasi berupa tampilan indikator ekonomi yang memungkinkan masyarakat membandingkan data antarwaktu dan antarwilayah secara langsung.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pengelolaan data tidak lagi hanya soal ketersediaan, tetapi juga kemampuan sistem untuk mengikuti cara baru masyarakat dalam mengakses dan memanfaatkan informasi.
