Indeks

Depo KM 13 Dibangun Rp120 Miliar, Parkir Truk Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Lokasi rencana pembangunan Depo Container di Kilometer 13, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Kawasan seluas sekitar 14,5 hektare ini disiapkan untuk proyek dengan anggaran sekitar Rp120 miliar melalui skema multiyears. (Sivanamedia)

SIVANA, BALIKPAPAN – Pembangunan kawasan depo di Kilometer 13, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, disiapkan di atas lahan sekitar 14,5 hektare.

Proyek tersebut direncanakan menggunakan anggaran sekitar Rp120 miliar melalui skema multiyears.

Rencana pembangunan itu menjadi salah satu agenda kunjungan lapangan Komisi III DPRD Balikpapan, Senin (5/10/2026).

Dari peninjauan lokasi, sejumlah fasilitas pendukung turut dibahas, terutama kebutuhan penerangan kawasan dan tempat parkir untuk kendaraan berat.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mengatakan keberadaan area parkir diperlukan untuk menampung kendaraan yang nantinya keluar-masuk kawasan depo.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah truk dari luar kota yang selama ini berpotensi menggunakan badan jalan sebagai tempat berhenti.

“Harus ada penerangan yang pertama kekurangannya, dan juga agar gasnya harus ditambah, agar betul-betul nanti ada parkir motor, atau truk-truk yang datang dari luar kota bisa parkir di sini, tidak lagi di pinggir-pinggir jalan,” ujar Yusri kepada Sivanamedia.

Kebutuhan tersebut berkaitan dengan aktivitas kendaraan berat di sekitar kawasan.

Yusri juga meminta Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap truk yang masih ditemukan berhenti atau parkir di pinggir jalan.

Penataan parkir menjadi bagian dari fasilitas yang perlu disiapkan seiring rencana pembangunan depo.

Dengan luas kawasan mencapai 14,5 hektare, pemerintah juga perlu membahas fasilitas pendukung yang berkaitan dengan operasional kawasan tersebut.

Selain fasilitas di dalam kawasan, aktivitas kendaraan berat juga menjadi bagian dari pembahasan Komisi III.

Penempatan truk di area yang telah disediakan nantinya berkaitan dengan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk upaya mengurangi kendaraan berat yang berhenti di badan jalan.

Untuk pembiayaan, Yusri menyebut proyek depo tersebut direncanakan sebagai proyek multiyears dengan anggaran sekitar Rp120 miliar.

Komisi III selanjutnya akan membawa rencana pembangunan kawasan itu ke pembahasan bersama pemerintah daerah.

“Kita mau coba usulkan, jadi ini proyek multi-years dengan anggaran Rp120 miliar. Nanti kami akan undang rapat bersama Sekda maupun Bappeda terkait masalah pembangunan kawasan depo ini,” ungkapnya.

Pembahasan bersama Sekretaris Daerah dan Bappeda akan menjadi agenda lanjutan Komisi III terkait rencana pembangunan depo.

Sementara dari kunjungan lapangan, kebutuhan penerangan, area parkir kendaraan berat, dan penertiban truk di sekitar kawasan menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan untuk ditindaklanjuti.

 

Salsa

Exit mobile version