SIVANA, BALIKPAPAN – Pengalihan kendaraan berat akibat perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes mulai berdampak pada pergerakan lalu lintas di sejumlah ruas alternatif Kota Balikpapan. Volume kendaraan terlihat meningkat di jalur penghubung menuju Jalan Jenderal Sudirman dan MT Haryono yang kini menjadi lintasan kendaraan angkutan barang.
Di lokasi pengalihan, traffic cone dipasang membentuk alur kendaraan. Banner pemberitahuan berukuran besar juga ditempatkan di tepi jalan untuk mengingatkan pengendara mengenai adanya pekerjaan perbaikan jalan dan perubahan arus lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Fadli Fathurrahman, mengatakan pengalihan arus kendaraan berat dilakukan sebagai bagian dari penanganan jalan longsor yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.
Ia mengungkapkan, kendaraan dengan JBB di atas 6 ton diarahkan melalui Jalan Jenderal Sudirman dan MT Haryono karena kedua ruas tersebut memiliki kapasitas sebagai jalan arteri.
Namun Dishub juga memperkirakan adanya peningkatan kepadatan lalu lintas di jalur alternatif akibat perpindahan volume kendaraan dari Jalan Syarifuddin Yoes.
“Potensi kepadatan lalu lintas memang ada karena volume kendaraan berpindah ke jalur alternatif,” tutur Fadli.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, Dishub melakukan pengaturan lalu lintas melalui sejumlah langkah teknis. Petugas gabungan ditempatkan di persimpangan yang dinilai rawan penumpukan kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Selain itu, pengaturan siklus lampu lalu lintas dilakukan melalui sistem B Connect agar antrean kendaraan di jalur alternatif dapat dikendalikan.
Dishub juga melakukan sosialisasi secara masif melalui pemasangan banner pengalihan arus di sejumlah ruas terdampak dan penyebaran informasi melalui media sosial.
Fadli pun mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan selama proses pekerjaan berlangsung. Pengendara diminta mempertimbangkan jalur alternatif lain untuk menghindari kepadatan di titik tertentu.
Ia turut meminta pengguna jalan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintas di sekitar area pekerjaan maupun persimpangan pengalihan arus.
“Kami mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan, mematuhi arahan petugas, serta memperhatikan rambu-rambu sementara yang dipasang di lapangan,” imbuhnya.
Khusus bagi pengemudi kendaraan angkutan barang, Dishub meminta agar mematuhi jalur pengalihan yang telah ditentukan dan tetap mengikuti aturan jam operasional kendaraan barang sesuai Surat Edaran Wali Kota Balikpapan.
Pengawasan dilakukan melalui patroli petugas operasional, pemasangan water barrier dan traffic cone, serta pemanfaatan kamera pengawas yang terhubung dengan CC Room dan aplikasi B Connect.
Dishub memastikan kondisi lalu lintas akan terus dipantau selama proses perbaikan berlangsung. Evaluasi berkala dilakukan untuk menentukan langkah rekayasa lalu lintas lanjutan apabila terjadi peningkatan kepadatan di jalur alternatif.
