SIVANA, BALIKPAPAN – Turnamen bola voli di Balikpapan tidak berhenti pada perebutan gelar juara. LPM Sepinggan Baru berencana menjadikan Sebaru Cup + Cup sebagai agenda tahunan untuk membuka ruang kompetisi sekaligus pembinaan atlet voli di tingkat lokal.
Ketua LPM Sepinggan Baru sekaligus Anggota DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, mengatakan penyelenggaraan turnamen menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat diikuti masyarakat sekaligus memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan.
“Tujuannya untuk meningkatkan, membina adik-adik kita, membuat kompetisi agar kegiatan positif ini terus bisa kita lakukan,” kata Wahyullah dalam sambutannya pada malam penutupan Sebaru Cup + Cup,” pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Turnamen Fun Volleyball Se-Kota Balikpapan tersebut berlangsung sejak 17 Juli 2026 dan berakhir dengan pertandingan semifinal serta final pada 25 Juli. Kompetisi ini mendapat dukungan dari Paguyuban Bola Voli Se-Kota Balikpapan.
Menurut Wahyullah, keberadaan kompetisi di tingkat lokal penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet. Sebab, kemampuan pemain tidak hanya dibentuk melalui latihan, tetapi juga melalui kesempatan untuk berhadapan langsung dengan lawan dalam pertandingan.
Ia melihat Balikpapan memiliki potensi untuk melahirkan atlet voli yang dapat berkiprah di tingkat nasional. Karena itu, kompetisi lokal dinilai dapat menjadi salah satu ruang untuk menemukan dan mengembangkan pemain-pemain muda.
“Mudah-mudahan di antara ratusan atlet bola voli ini ada yang akan masuk Proliga Indonesia,” ungkapnya.
Harapan tersebut disampaikan di tengah perkembangan bola voli Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya memperkuat pembinaan atlet. Kompetisi nasional seperti Proliga menjadi jenjang profesional yang menjadi tujuan bagi pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah.
Namun, perjalanan menuju kompetisi profesional tidak berlangsung singkat. Atlet membutuhkan pengalaman bertanding dan kompetisi berjenjang sebelum dapat bersaing di level yang lebih tinggi.
Hal itu pula yang ingin dibangun melalui penyelenggaraan turnamen lokal. Dengan adanya kompetisi secara rutin, atlet memiliki ruang untuk mengukur kemampuan, sementara pemain muda mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan.
Wahyullah berharap Sebaru Cup + Cup dapat kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi agenda tetap LPM Sepinggan Baru.
“Harapannya kejuaraan ini bisa kita laksanakan setiap saat, setiap tahun, dan menjadi agenda tetap dari LPM Sebaru,” ungkap Wahyullah.
Bagi LPM Sepinggan Baru, keberlanjutan turnamen menjadi penting agar kegiatan olahraga tidak hanya muncul sesekali. Kompetisi yang digelar secara rutin diharapkan dapat membangun ekosistem olahraga dari tingkat lokal.
Sebaru Cup + Cup sendiri ditutup melalui pertandingan semifinal dan final di GOR GTM Balikpapan, Sabtu malam. Selain menjadi penutup rangkaian pertandingan, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada para peserta yang tampil dalam kompetisi.
Dari lapangan lokal itulah pembinaan atlet dapat dimulai. Bukan hanya untuk mencari siapa yang menjadi juara dalam satu turnamen, tetapi juga memberi kesempatan kepada pemain untuk terus bertanding dan berkembang.
