Bukan Sekali, Dugaan Upaya Penculikan Anak di Balikpapan Terungkap Lebih dari Satu Kasus

SIVANA, BALIKPAPAN – Dugaan percobaan penculikan anak di Balikpapan kembali mencuat setelah terungkap adanya kejadian serupa yang dialami anak lain sebelumnya.

Peristiwa terbaru menimpa seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, siswa kelas 5 SD, di Jalan Inpres 3, RT 13, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, pada Minggu (23/3/2026) sekitar pukul 20.15 WITA.

Kakak korban, Ersa (26), mengatakan adiknya saat itu berjalan pulang sendirian usai melaksanakan salat Isya berjamaah di Masjid Darul Muhajirin.

“Awalnya dia pulang bareng teman-temannya, tapi di jalan sudah pisah dan lanjut sendiri,” ucap Nay sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, pada Selasa (24/3/2026).

Saat berjalan di jalan yang sepi usai hujan deras, korban dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku awalnya bertanya arah jalan.

“Dia tanya kalau lurus itu tembus ke mana. Adik saya jawab ke Jalan Padat Karya,” katanya.

Namun setelah itu, situasi berubah. Pelaku membuka helm dan terlihat mengenakan masker atau penutup wajah berwarna hitam yang menutupi seluruh wajah, hanya menyisakan bagian mata. Pelaku kemudian mengajak korban ikut dengannya dengan alasan meminta bantuan.

“Dia bilang minta tolong angkat tangga,” ujar Nay.

Korban menolak ajakan tersebut. Namun pelaku tidak langsung pergi dan tetap membujuk.

“Dia bilang ‘sebentar saja kok dek’,” lanjutnya.

Korban kemudian melarikan diri menuju rumah. Sesampainya di rumah, korban dalam kondisi panik, napas terengah, tubuh gemetar, dan sempat tidak bisa berbicara.

“Dia cuma bilang ‘adik mau diculik’. Setelah agak lama baru bisa cerita,” tutur Nay.

Dari keterangan keluarga, pelaku menggunakan sepeda motor Honda Spacy berwarna merah dan mengenakan helm hitam. Wajah pelaku tidak terlihat jelas karena tertutup masker.

Pasca kejadian, korban mengalami trauma dan hingga kini masih takut untuk keluar rumah. Naasnya, kejadian ini bukan satu-satunya.

Nay mengungkap bahwa sebelumnya telah ada anak lain yang mengalami kejadian serupa di Balikpapan.

“Kak, ternyata sebelum adik saya sudah ada korban,” ungkapnya kepada Sivanamedia.com.

Ia menyebut kejadian tersebut terjadi sekitar Februari 2026, sebelum Ramadan. Korban merupakan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 2. Berdasarkan informasi yang diterimanya, anak tersebut sempat dibawa oleh pelaku.

“Adik itu sempat ikut, terus ditaruh di belakang SD dekat pipa. Katanya sempat ditampar,” imbuhnya.

Setelah itu, korban ditinggalkan begitu saja oleh pelaku di lokasi tersebut. Beruntung, anak tersebut mengetahui jalan pulang dan berhasil kembali ke rumah dalam kondisi selamat meski mengalami ketakutan.

“Badannya gemetaran karena takut,” tandas Nay.

Rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya kesamaan pola pendekatan terhadap anak, yakni diawali dengan interaksi ringan sebelum pelaku mencoba membawa korban.

Hingga saat ini, keluarga korban belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan berencana menyampaikannya kepada ketua RT setempat. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Bisa saja kemarin adik saya, besok mungkin orang lain,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *