SIVANA, BALIKPAPAN – Warga Balikpapan Timur mungkin harus sedikit bersabar. Rencana pembangunan RSUD Balikpapan Timur memang sudah masuk tahap persiapan, tetapi rumah sakitnya belum bisa langsung berdiri hanya karena papan nama pembangunan sudah terpasang di lokasi.
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan proses pengadaan masih berjalan. Ada revisi dalam tahapan lelang yang membuat proyek belum masuk ke pekerjaan fisik. Baginya, persoalan dengan lingkungan sekitar lokasi sejauh ini juga disebut tidak lagi menjadi hambatan.
“Masih proses untuk lelangnya. Tahun ini segera dijalankan,” ucap Gasali, pada Rabu (5/8/2026).
Yang menarik, proyek ini bukan pekerjaan sekali jadi. Pembangunan RSUD Balikpapan Timur dirancang menggunakan skema multiyears, sehingga pekerjaan yang dimulai pada 2026 akan berlanjut pada 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028. Artinya, masyarakat masih perlu menunggu beberapa tahap sebelum rumah sakit tersebut benar-benar bisa digunakan.
Gasali mengatakan tahapan berikutnya mencakup proses konsultan, lelang, kemudian pekerjaan fisik.
Ia berharap rangkaian tersebut berjalan sesuai jadwal. Sebab, bagi kawasan Balikpapan Timur, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan bagian dari kebutuhan layanan kesehatan yang memang harus disiapkan sejak sekarang.
“Harapan kita sesegera ini bisa dikerjakan, berjalan dengan baik dan mudah-mudahan selesai target 2028, sehingga sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Balikpapan Timur,” pungkasnya.
Sebagai anggota DPRD dari dapil Balikpapan Timur sekaligus Ketua Komisi IV, Gasali mengungkapkan perkembangan proyek tersebut akan menjadi bagian yang terus diperhatikan. Komisi IV sendiri membidangi urusan kesejahteraan rakyat, termasuk sektor kesehatan.
Jadi untuk sementara, RSUD Balikpapan Timur masih berada di fase menunggu lelang beres sebelum alat berat benar-benar bekerja.












