SIVANA, BALIKPAPAN – Kualitas pelayanan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menjadi sorotan Komisi III DPRD Balikpapan setelah menerima sejumlah laporan masyarakat terkait kenyamanan fasilitas dan pengelolaan layanan publik di bandara tersebut.
Peninjauan tersebut berlangsung pada Senin (23/2/2026), dengan fokus pada pengelolaan parkir kendaraan, ketersediaan air bersih, hingga kondisi ruang tunggu penumpang.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menyampaikan bahwa pengawasan lapangan dilakukan sebagai respons atas keluhan pengguna jasa penerbangan yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami telah menerima laporan dari masyarakat bahwa kualitas pelayanan bandara tidak sebaik sebelumnya. Itu yang kami cek langsung hari ini,” ucapnya saat diwawancara.
Salah satu perhatian utama DPRD tertuju pada area parkir di bagian depan terminal.
Menurut Yusri, kondisi operasional bandara saat ini tidak dalam situasi darurat sehingga fungsi lahan parkir seharusnya dapat dimaksimalkan kembali untuk memudahkan akses penumpang dan pengantar.
“Kami minta agar parkiran di depan bisa dikembalikan fungsinya. Ini penting untuk kenyamanan masyarakat Balikpapan dan pengguna jasa bandara,” ujarnya.
Selain parkir, DPRD pun menyoroti fasilitas umum seperti toilet serta sarana pendukung lain yang berkaitan langsung dengan kenyamanan penumpang selama berada di terminal.
Menanggapi hasil peninjauan tersebut, manajemen Angkasa Pura Indonesia Bandara Sepinggan menyatakan sejumlah perbaikan fasilitas telah masuk dalam rencana kerja tahun 2026.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengatakan masukan dari DPRD menjadi bahan evaluasi penting bagi peningkatan pelayanan ke depan.
“Hari ini kami menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Kota Balikpapan. Banyak saran dan kritik yang kami catat untuk perbaikan fasilitas maupun layanan,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.
Ia mengungkapkan revitalisasi toilet serta pembenahan sejumlah sarana pendukung telah tercantum dalam daftar proyek yang akan dikerjakan pada 2026.
Selain itu, masukan DPRD akan disampaikan ke tingkat regional untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.
“Beberapa proyek perbaikan sudah ada dalam perencanaan 2026. Termasuk revitalisasi toilet dan fasilitas lainnya. Semua masukan akan kami teruskan ke Regional VI,” sebutnya.
Manajemen bandara berharap koordinasi dengan DPRD dapat mempercepat proses peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sehingga, Bandara Sepinggan tetap menjadi gerbang transportasi udara yang nyaman bagi masyarakat Balikpapan dan pengguna jasa penerbangan dari berbagai daerah.
Bagi Iwan, kunjungan ini menjadi momentum evaluasi bersama antara unsur legislatif dan pengelola bandara dalam menjaga standar layanan fasilitas transportasi strategis di Kalimantan Timur.
