SIVANA, BALIKPAPAN – Realisasi penyaluran Uang Layak Edar (ULE) Bank Indonesia (BI) melalui Program Semarak Rupiah Ramadan dan berkah Idulfitri (Serambi) 2026 menunjukkan capaian signifikan.
Hingga 12 Maret 2026, penyaluran uang kartal dari BI Balikpapan tercatat telah mencapai Rp1,16 triliun atau sekitar 60 persen dari jumlah ULE yang disiapkan selama periode Serambi 2026 yakni sebesar Rp2 triliun.
Adapun alokasi ULE yang belum ditukarkan akan dioptimalkan realisasinya pada minggu terakhir periode Ramadan, yaitu pada tanggal 13-17 Maret 2026.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan proporsi jenis ULE yang tersisa untuk penukaran SERAMBI 2026 didominasi oleh Uang Pecahan Besar (UPB) untuk kebutuhan retail dan transaksi pembayaran dengan nominal besar.
“Bila ditinjau dari sisi realisasi jumlah kuota penukaran, tercatat telah terserap sebanyak 24.027 paket, atau sebesar 90 persen dari total kuota paket penukaran yang telah disiapkan dalam kegiatan SERAMBI 2026 yakni 26.620 paket,” ujarnya.
Sebagai informasi, Program Serambi 2026 merupakan wujud komitmen BI untuk menjaga ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui kerja sama dengan Perbankan, Pegadaian serta Perbarindo.
Penyediaan layanan penukaran uang Rupiah diselenggarakan di seluruh Wilayah kerja yakni di Kota Balikpapan, Kabupaten PPU, dan Kabupaten Paser.
Robi menjelaskan, rangkaian kegiatan layanan penukaran uang kartal di Wilayah KPwBI Balikpapan dilakukan dalam dua termin.
Pada Termin I dilaksanakan pada 14–27 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan layanan kas keliling ritel di empat rumah ibadah di Kota Balikpapan, yakni Masjid At Taqwa, Islamic Center, Masjid Al Ula, serta Masjid Al Amin.
Selain itu, layanan penukaran juga dilakukan melalui perbankan dengan total 1.800 titik penukaran yang tersebar di loket bank di Kota Balikpapan, PPU, dan Kabupaten Paser.
Pada periode ini, BI Balikpapan juga menggelar kas keliling tematik dalam sejumlah kegiatan Ramadan, seperti Bazar Ramadan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta Festival Ramadan Ekonomi Kreatif di Taman Bekapai Balikpapan.
Layanan tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat dan pengunjung pasar Ramadan saat bertransaksi.
Sementara itu, Termin II dilaksanakan pada 1–15 Maret 2026. Pada periode ini, penukaran melalui perbankan diperluas dengan total 16.600 titik layanan di loket perbankan yang tersebar di Balikpapan, PPU, dan Paser.
BI Balikpapan juga menghadirkan layanan kas keliling Peduli Mudik di Bandara Internasional SAMS Sepinggan serta di Pelabuhan Semayang.
Layanan ini ditujukan untuk memudahkan calon penumpang pesawat dan kapal laut memperoleh uang baru menjelang mudik.
Selain itu, BI bersama perbankan dan Pegadaian juga membuka layanan penukaran terpadu pada 10–12 Maret 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC Dome) dengan kuota 3.000 paket penukaran yang dapat dipesan melalui aplikasi PINTAR.
Pada termin kedua ini, BI juga menggelar kas keliling tematik di sembilan titik pasar Ramadan yang tersebar di Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser untuk memudahkan masyarakat mendapatkan uang pecahan saat berbelanja takjil dan kebutuhan berbuka puasa.
“Mempertimbangkan tingginya animo masyarakat untuk melakukan penukaran ULE menghadapi HBKN Idul Fitri, maka Bank Indonesia terus mengoptimalkan layanan penukaran melalui strategi dan kebijakan membuka layanan penukaran uang rupiah di kawasan/area layanan transportasi umum,” kata Robi.
Melalui program “Layanan Peduli Mudik”, pada tanggal 16-17 Maret 2026 di Bandara SAMS Sepinggan dan Pelabuhan Semayang Balikpapan, akan disediakan layanan penukaran ULE yang diperuntukkan bagi calon penumpang pesawat dan kapal laut yang akan melakukan perjalanan mudik.
Dengan begitu, masyarakat yang akan merayakan lebaran dan melakukan perjalanan mudik tetap dapat memperoleh layanan penukaran uang Rupiah layak edar dengan kuota yang disiapkan Bank Indonesia sebanyak 400 paket.
