Indeks

Gedung Baru DPRD Balikpapan Mulai Dihuni, Komisi IV Buka Ruang Rapat dengan Doa Selamat

SIVANA, BALIKPAPAN – Ada kebiasaan yang tampaknya masih sulit ditinggalkan ketika seseorang menempati tempat baru, yakni dengan membaca doa selamat.

Entah rumah baru, kantor baru, atau gedung baru. Sebelum benar-benar dipakai bekerja, biasanya ada harapan yang ikut dititipkan lewat doa. Supaya tempatnya membawa keberkahan, penghuninya betah, dan segala urusan yang dikerjakan di dalamnya berjalan lancar.

Tradisi semacam itu juga dilakukan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan ketika mulai menggunakan ruang rapat barunya, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Gedung kantor baru DPRD Kota Balikpapan resmi ditempati dan mulai digunakan untuk aktivitas kedewanan pada hari tersebut. Sejumlah fasilitas di dalamnya, termasuk ruang rapat Komisi IV, mulai dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan para wakil rakyat.

Doa syukuran kemudian digelar sebagai bentuk rasa syukur atas fasilitas baru yang akhirnya bisa digunakan setelah penantian cukup panjang.

Wakil Ketua II DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, mengatakan keberadaan fasilitas baru tersebut patut disyukuri. Baginya, ruang-ruang yang tersedia kini jauh lebih representatif untuk menunjang aktivitas kedewanan.

Kemudian, Taqwa menekankan, persoalan fasilitas bukan sekadar soal ruangan yang lebih bagus. Ruang rapat yang memadai juga berkaitan dengan kenyamanan anggota DPRD ketika menjalankan fungsi dan tugasnya, termasuk saat menerima masyarakat maupun melakukan pertemuan dengan berbagai pihak.

Ia bahkan menyinggung bagaimana beberapa anggota DPRD harus menunggu cukup lama untuk akhirnya mendapatkan fasilitas seperti itu.

“Pak Amin itu empat periode, 20 tahun menunggu ruangan ini,” ujar Taqwa dalam kegiatan tersebut.

Kalau dihitung-hitung, 20 tahun bukan waktu yang sebentar. Bahkan untuk ukuran menunggu ruang rapat, durasinya sudah cukup untuk berganti generasi.

Oleh sebab itu, Taqwa berharap fasilitas baru tersebut tidak berhenti sebagai ruangan yang bagus, rapi, dan nyaman dilihat. Gedung itu harus benar-benar hidup bersama aktivitas kedewanan dan masyarakat.

Ia juga menegaskan, gedung DPRD tidak semestinya menjadi bangunan yang terasa eksklusif hanya karena ukurannya lebih besar dan fasilitasnya lebih lengkap.

Justru, ruang-ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kerja DPRD dan kepentingan masyarakat.

Taqwa menyebut ruang tersebut dapat digunakan untuk pertemuan dengan konstituen, rapat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), organisasi, maupun lembaga lain yang memiliki kaitan dengan fungsi DPRD.

“Biar ini kesannya ramai, dan bermanfaat untuk orang banyak,” ucapnya.

Ia menilai banyaknya ruangan di gedung baru akan menjadi kurang berarti apabila hanya digunakan pada saat agenda resmi DPRD. Apalagi gedung tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya bersumber dari uang publik.

Adapun, pemanfaatan ruang secara lebih terbuka dinilai dapat membuat keberadaan gedung baru terasa manfaatnya, bukan hanya bagi anggota DPRD tetapi juga bagi masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.

“Ini fasilitas bersama. Jadi lebih gampang ketika menghadirkan konstituen untuk bisa melakukan rapat-rapat, bahkan di luar rapat komisi sebenarnya ini bisa dimanfaatkan,” tegas Taqwa.

Gedung baru tersebut, lanjutnya, juga dapat menjadi tempat bagi DPRD Balikpapan menerima kunjungan atau pertemuan dengan DPRD dari daerah lain. Dengan fasilitas yang lebih memadai, harapannya tidak ada lagi alasan bagi DPRD Balikpapan untuk merasa minder ketika menjamu tamu dari luar daerah.

Namun, di tengah pembicaraan mengenai fasilitas dan pemanfaatan gedung, Taqwa juga menyelipkan alasan yang lebih “tradisional” mengapa doa syukuran perlu dilakukan.

Ia berharap suasana di gedung baru tetap baik dan mendukung kerja para anggota DPRD.

Taqwa sempat bercanda soal adanya kemungkinan “hal-hal astral” yang barangkali ikut menghuni gedung baru jika tidak didahului dengan doa.

“Jangan sampai nanti mengganggu performa. Ada hal-hal apa namanya itu, astral, roh-roh jahatnya juga,” guraunya.

Candaan tersebut tentu bukan inti dari kegiatan. Yang lebih penting, menurut Taqwa, doa syukuran menjadi bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk membangun soliditas dan kebersamaan di lingkungan DPRD.

Ia juga mengapresiasi Komisi IV yang menjadi salah satu komisi yang menginisiasi doa syukuran setelah mulai menempati ruang barunya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari niat untuk mengawali penggunaan ruangan dengan kebersamaan.

Ruang rapat baru tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi anggota Komisi IV untuk bekerja bersama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai dengan kewenangan mereka.

“Bagaimana kita masuk di ruangan-ruangan kita bersama, kita selalu kompak dan solid dalam bagaimana membawa aspirasi masyarakat dalam lingkungan kewenangan,” ungkap Gasali.

Exit mobile version