SIVANA, BALIKPAPAN – Pertumbuhan kawasan permukiman di Grand City dan sekitarnya tidak hanya membawa konsekuensi bertambahnya jumlah penduduk, tetapi juga meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat pembangunan SMP Negeri (SMPN) 29 agar mampu menambah kapasitas sekolah negeri di wilayah yang terus berkembang.
Pembangunan sekolah tersebut menjadi salah satu proyek pendidikan yang saat ini berjalan di kawasan Balikpapan Utara.
Saat meninjau lokasi, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan keberadaan SMPN 29 diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses pendidikan tanpa harus bergantung pada sekolah yang telah lebih dulu beroperasi.
Menurut Bagus, lahan pembangunan sekolah berasal dari hibah pengembang Perumahan Grand City sebagai bagian dari penyediaan fasilitas umum bagi kawasan permukiman.
“Pengembang memang memiliki kewajiban menyediakan fasilitas umum. Salah satunya adalah lahan untuk pendidikan. Kehadiran SMPN 29 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah di kawasan ini,” ujarnya.
Di atas lahan tersebut, pemerintah membangun sekolah dengan 12 ruang kelas yang dilengkapi aula multifungsi serta sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Bangunan itu diproyeksikan menjadi sekolah negeri baru yang mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan di kawasan Grand City dan wilayah sekitarnya.
Selain melihat progres pembangunan, Bagus juga mengevaluasi kesiapan pekerjaan di lapangan. Berdasarkan laporan pelaksana proyek, progres fisik hingga akhir Juli telah mencapai sekitar 39 persen. Capaian itu dinilai melampaui target pelaksanaan yang sebelumnya berada di kisaran 12 persen.
Meski progres menunjukkan perkembangan positif, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak hanya berorientasi pada percepatan pekerjaan.
“Yang kita bangun ini sekolah, bukan sekadar gedung. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga supaya nantinya aman dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Ia pun meminta kontraktor tetap mengutamakan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Baginya, kualitas konstruksi akan menentukan usia bangunan sekaligus kenyamanan warga sekolah saat fasilitas tersebut mulai dimanfaatkan.
Pengawasan terhadap proyek juga menjadi perhatian. Bagus meminta konsultan pengawas memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan sehingga tidak ditemukan kekurangan ketika proyek memasuki tahap akhir.
Selain itu, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diminta tetap menjadi bagian dari pelaksanaan proyek. Bagus menilai lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan menciptakan kondisi kerja yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran pembangunan.
“Penerapan K3 harus konsisten. Area kerja yang rapi membuat pekerjaan lebih aman, material lebih mudah dikendalikan, dan proses pembangunan bisa berjalan lebih efektif,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti pentingnya akses menuju lokasi pembangunan. Jalur distribusi material, menurutnya, harus tetap dapat dilalui kendaraan pengangkut meski kondisi cuaca kurang mendukung.
Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Bagus menyarankan akses menuju proyek diperkuat menggunakan material seperti laterit atau sirtu sehingga aktivitas pengiriman material tidak terhenti saat hujan.
Adapun, ungkap Bagus, kelancaran distribusi logistik menjadi salah satu faktor yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian proyek.
Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pembangunan SMPN 29 selesai pada 24 Desember 2026. Dengan progres yang saat ini telah melampaui jadwal, pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai.
Namun, Bagus menegaskan penyelesaian tepat waktu bukan satu-satunya sasaran pembangunan. Ia berharap sekolah yang dibangun benar-benar mampu memberikan layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di Balikpapan yang terus mengalami pertumbuhan penduduk dan kawasan permukiman baru.
- “Yang kita harapkan bukan hanya proyek selesai sesuai jadwal, tetapi sekolah ini benar-benar siap digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tutupnya.












