Lima Kawasan Bakal Jadi Titik Baru Penyaluran Pertalite di Balikpapan

Namun, belum ada tanggal pasti kapan titik-titik baru itu mulai beroperasi.

Antrean pertalite
Sudah sepekan lebih, antrean pertalite mengular di sejumlah SPBU di Balikpapan. (Sivanamedia)

SIVANA, BALIKPAPAN –  Peta penyaluran Pertalite di Balikpapan sedang disiapkan untuk berubah. Lima kawasan di pelbagai penjuru kota masuk rencana pembukaan titik penyaluran baru.

Langkah ini diambil menyusul antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang menjadi sorotan publik. Kini, persoalan itu tengah dibahas pemerintah kota.

Salah satu solusinya Pemkot menyiapkan lima titik baru penyaluran pertalite. Kelima kawasan itu tidak berada dalam satu jalur.

Titiknya tersebar di Balikpapan Timur, Utara, Kota, hingga Barat. Yang mencakup kawasan Tritip, Batakan, Grand City, Majesty, dan Pasar Kebun Sayur.

Rencana ini dibahas Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pemerintah Kota Balikpapan, dan PT Pertamina Patra Niaga di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Jumat (14/8/2026).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan titik-titik tersebut sedang ditelaah sebagai lokasi pengembangan SPBU atau penyalur yang dapat melayani Pertalite.

“Kita telaah bersama atas adanya rencana pengembangan pembukaan SPBU atau penyalur yang dapat menjadikan kesempatan menyalurkan, khususnya BBM Pertalite,” ujar Wahyudi.

Untuk Balikpapan Timur, dua kawasan yang masuk rencana yaitu Tritip dan Batakan.

Batakan berada di Kelurahan Manggar. Adapun Grand City menjadi titik yang dibahas untuk Balikpapan Utara.

Di Balikpapan Kota, kawasan Majesty masuk dalam daftar. Sedangkan di Balikpapan Barat, Pasar Kebun Sayur menjadi lokasi yang turut dipertimbangkan.

Ia mengatakan, penyebaran titik penyaluran tersebut berkaitan konsentrasi permintaan Pertalite di sejumlah kawasan.

Dengan penyalur baru, sebutnya, masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut diharapkan dapat membeli BBM tanpa seluruhnya terkonsentrasi pada SPBU yang sudah ada.

“Masyarakat yang akan bekerja ke Balikpapan bisa membeli BBM di wilayah tersebut. Semoga dapat membantu mengurai antrean yang menjadi keluhan masyarakat,” ucap Wahyudi.

Meski demikian, daftar lima kawasan itu belum berarti lima lokasi terkait sudah siap melayani Pertalite.

Pertamina Patra Niaga masih harus menyiapkan kebutuhan teknis sebelum penyaluran dapat berjalan.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani mengatakan pihaknya segera menyiapkan kesiapan teknis SPBU sesuai hasil pembahasan bersama.

Persiapan tersebut mencakup sarana dan fasilitas penyaluran. Aspek teknis juga diperlukan agar distribusi BBM subsidi dan kompensasi dapat dilakukan sesuai ketentuan.

Persoalan berikutnya soal waktu. Hingga pertemuan tersebut berlangsung, belum ada tanggal pasti kapan titik-titik baru itu mulai beroperasi.

Wahyudi mengatakan pemerintah bersama Pertamina berupaya mempercepat proses penyiapannya.

“Mengenai kapan akan beroperasi, kita berusaha secepatnya,” tuturnya.

Pengoperasian titik baru nantinya juga tidak berjalan sendiri.

BPH Migas menyebut pelaksanaan di lapangan akan dikoordinasikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Balikpapan.

Koordinasi itu berkaitan dengan pengaturan konsentrasi kendaraan agar dapat bergeser ke titik-titik penyaluran yang baru.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas persoalan antrean BBM yang terjadi di Balikpapan.

“Terima kasih BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga, menjawab permasalahan, khususnya antrean BBM Pertalite yang ada di Kota Balikpapan, roda dua maupun nanti roda empat,” urai Rahmad.

Ia juga berharap pelaksanaan penguraian antrean dapat berjalan sesuai harapan dan didukung masyarakat.

Dengan rencana tersebut, lima kawasan kini masuk dalam daftar titik yang disiapkan untuk memperluas penyaluran Pertalite di Balikpapan.

Namun sampai 16 Agustus 2026, kelimanya masih berada dalam tahap persiapan dan belum memiliki jadwal operasional yang diumumkan.

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *