SIVANA, BALIKPAPAN – Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan tahun 2026 semula dirancang dengan kebutuhan anggaran hampir Rp10 miliar. Namun dalam proses penyusunan APBD, alokasi tersebut mengalami pemangkasan signifikan hingga tersisa sekitar Rp900 juta.
Kondisi ini membuat panitia harus menyusun ulang seluruh konsep perayaan agar tetap berjalan, namun lebih efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Panitia HUT ke-129 Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa pengurangan fiskal secara nasional berdampak pada transfer ke daerah, termasuk Balikpapan, sehingga anggaran kegiatan kota ikut disesuaikan.
“Awalnya perencanaan kegiatan cukup besar, tapi karena ada pengurangan fiskal ke daerah, anggaran HUT kota juga ikut turun hingga sekitar Rp900 juta. Tantangannya bagaimana dengan dana yang ada kegiatan tetap bisa dirasakan masyarakat,” ucap Dio, sapaan akrabnya.
Dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak lagi mengandalkan satu pesta besar berskala kota.
Sebagai gantinya, panitia membuka ruang partisipasi bagi swasta, lembaga masyarakat, dan komunitas untuk menggelar kegiatan dalam rangka HUT. Namun seluruh agenda diwajibkan melibatkan UMKM sebagai bagian dari rangkaian acara.
“Pemerintah kota memberi kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat, tapi kami tetapkan syarat setiap kegiatan harus menghadirkan UMKM supaya benar-benar ada nilai tambah ekonomi,” katanya saat ditemui dalam kegiatan Cerita Bekapai, Jumat (6/2/2026).
Salah satu implementasinya terlihat dalam kegiatan ekonomi kreatif Cerita Bekapai di Taman Bekapai, yang diramaikan puluhan pelaku usaha lokal.
Meski seremoni utama HUT Balikpapan tetap digelar di Balai Kota, rangkaian kegiatan pendukung kini melibatkan enam kecamatan. Pola ini dipilih agar kemeriahan perayaan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, tidak hanya terfokus di pusat kota.
“Tahun ini kami pecah kegiatan di enam kecamatan. Harapannya masyarakat punya lokasi pesta rakyatnya masing-masing,” jelas Dio.
Di tengah rangkaian hiburan dan kegiatan ekonomi kreatif, peringatan HUT Balikpapan tetap membawa narasi pembangunan kota. Salah satu agenda wajib setiap tahun adalah sidang paripurna DPRD Kota Balikpapan.
Dalam paripurna nanti, wali kota dijadwalkan menyampaikan pidato capaian pembangunan infrastruktur sepanjang 2025, termasuk peresmian gedung pemerintah dan sarana pelayanan publik.
“Di paripurna nanti akan disampaikan bahwa APBD 2025 sebagian besar digunakan untuk membangun sarana pelayanan publik dan infrastruktur kota,” ujarnya.
Isu-isu prioritas seperti pengendalian banjir dan peningkatan layanan publik juga akan menjadi bagian dari pesan pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, penyusunan agenda HUT Balikpapan 2026 menjadi salah satu yang paling menantang karena harus menyesuaikan seluruh rangkaian acara dengan anggaran yang jauh lebih kecil.
“Memang tidak seperti rencana awal yang menghadirkan pesta besar dan artis nasional. Tapi kami susun ulang agar kegiatan tetap hidup, melibatkan masyarakat, dan memberi manfaat langsung,” tutur Dio.
Sebagai gantinya, panitia mendorong tampilnya seniman lokal, komunitas kreatif, serta kegiatan berbasis warga di tiap kecamatan.
Meski konsep lebih sederhana, panitia tetap menyiapkan beberapa kegiatan utama sebagai rangkaian HUT ke-129 Balikpapan.
Diantaranya, Tabligh akbar kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan, Turnamen olahraga HIPMI Padel Cup 2026, Nonton bareng film bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia Balikpapan, serta Syukuran warga di tingkat kecamatan. Seluruh kegiatan ini tetap mengusung prinsip efisiensi serta keterlibatan UMKM.
