Indeks

Ribuan Warga Balikpapan Keluar dari Skema PBI Nasional, Pemkot Siapkan Verifikasi Ulang dan Kuota Daerah

SIVANA, BALIKPAPAN – Sekitar 8.000 warga Balikpapan tercatat tidak lagi aktif sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang dibiayai pemerintah pusat

Perubahan status itu merupakan hasil pemutakhiran data nasional yang dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pembaruan tersebut menemukan banyak data yang sudah tidak relevan, mulai dari peserta yang telah meninggal dunia hingga warga yang kondisi ekonominya dinilai membaik.

“Pemutakhiran dilakukan agar bantuan tepat sasaran. Ada data lama yang tidak lagi sesuai kondisi di lapangan,” katanya, Rabu (18/2/2026).

Meski ribuan peserta dinonaktifkan, pelayanan kesehatan di fasilitas medis tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah kota memastikan tidak ada warga yang tertahan berobat hanya karena persoalan administrasi kepesertaan.

Untuk warga yang merasa masih memenuhi kriteria penerima bantuan, Pemkot Balikpapan bersama Dinas Sosial membuka jalur verifikasi ulang. Proses ini memungkinkan peserta nonaktif kembali disaring berdasarkan kondisi terbaru.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan skema PBI yang dibiayai APBD kota. Kuota daerah ini diprioritaskan bagi warga dengan kondisi ekonomi rentan serta mereka yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Alwiati mengakui penyelarasan data antarinstansi membutuhkan waktu. Namun koordinasi terus diperkuat agar transisi tidak berdampak pada layanan kesehatan masyarakat.

Pemkot juga mengimbau warga aktif memperbarui data kependudukan dan kondisi sosial ekonomi agar tidak tertinggal dalam sistem bantuan sosial nasional.

Pembaruan ini menjadi bagian dari penataan program perlindungan sosial agar subsidi kesehatan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Exit mobile version