SIVANA, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyatakan lahan untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) telah tersedia di kawasan TPA Manggar. Pemerintah kini menunggu tahapan lanjutan agar proyek dapat masuk ke fase perencanaan teknis dan pembangunan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut sekitar empat hektare. Lokasi itu berada di area TPA Manggar yang luas keseluruhannya sekitar 47 hektare.
“Yang dipersyaratkan cuma empat hektare. Sudah ada, sudah kita siapkan,” ucap Bagus kepada Sivanamedia.com, Senin (13/4/2026).
Ia menyebut, pemerintah kota telah menyelesaikan bagian persiapan lahan. Setelah itu, proses akan dilanjutkan oleh pihak yang menangani investasi proyek.
Adapun pembiayaan pembangunan PSEL, ujarnya, menjadi tanggung jawab Danantara. Sementara pemerintah kota berfokus pada kesiapan lokasi serta dukungan sistem pengelolaan sampah dari daerah.
“Danantara yang punya pendanaan. Nanti mereka menunjuk pihak ketiga untuk melaksanakan,” tandasnya.
Ia juga menjelaskan tahapan berikutnya meliputi penyusunan detail engineering design (DED), survei lapangan, dan perencanaan teknis sebelum pembangunan dimulai.
Menurut Bagus, kapasitas fasilitas yang direncanakan mencapai 750 ton sampah per hari. Jumlah itu lebih tinggi dari timbulan sampah harian Balikpapan saat ini, sehingga berpotensi mengolah sampah baru sekaligus mengurangi timbunan lama di TPA Manggar.
“Rencananya 750 ton per hari,” sebutnya.
Pemkot berharap kehadiran PSEL dapat menekan beban TPA Manggar yang selama ini menjadi titik utama pembuangan sampah kota.
Adapun, fasilitas tersebut juga diproyeksikan mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Di sisi lain, pemerintah kota tetap menjalankan program pengurangan sampah dari sumber. Sejumlah langkah yang disiapkan antara lain pengolahan kompos dan pemanfaatan sampah agar volume yang dibuang ke TPA bisa terus berkurang.
Bagus pun menuturkan penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan proyek besar. Kemudian, partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah rumah tangga tetap menjadi faktor penting.
Saat ini, proyek PSEL Balikpapan masih menunggu proses lanjutan dari pihak pelaksana. Ia menegaskan, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fasilitas tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur penting penanganan sampah di kota ini.












