Harga Capai Puluhan Miliar, Pengadaan Sky Lift Butuh Dukungan Eksternal

SIVANA, BALIKPAPAN – Rencana penguatan armada penanganan kebakaran di Balikpapan masih terbentur persoalan anggaran.

BPBD Kota Balikpapan mengusulkan pengadaan unit sky lift baru ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur setelah biaya pembelian alat tersebut dinilai terlalu besar jika hanya mengandalkan APBD kota.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan kebutuhan sky lift menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah bangunan bertingkat di kota ini. Namun harga per unit yang mencapai puluhan miliar rupiah membuat pengadaan tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Untuk sky lift baru, harganya rata-rata di atas Rp20 miliar sampai Rp30 miliar per unit. Ini tentu angka yang cukup besar bagi APBD kota,” katanya saat diwawancara, Jumat (13/2/2026).

Selain pengadaan baru, BPBD juga menghadapi persoalan pada unit lama yang saat ini mengalami kerusakan. Beberapa bagian alat, terutama sistem hidrolik, tidak berfungsi optimal sehingga menghambat operasional saat dibutuhkan di lapangan.

“Memang ada beberapa kerusakan, terutama pada sistem hidrolik. Tahun lalu sudah kami usulkan untuk dilakukan perbaikan, namun karena kondisi anggaran yang mengalami penurunan, sampai sekarang belum bisa direalisasikan,” ucap Usman.

Menurutnya, keberadaan sky lift sangat vital dalam penanganan kebakaran di gedung bertingkat. Tanpa alat tersebut, petugas kesulitan menjangkau titik api di ketinggian yang tidak bisa diakses menggunakan peralatan konvensional.

“Sky lift ini sangat diperlukan. Fungsinya untuk menjangkau gedung-gedung bertingkat saat terjadi kebakaran,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, BPBD Balikpapan telah mengajukan permohonan dukungan kepada BPBD provinsi agar kebutuhan peralatan dapat difasilitasi melalui skema anggaran tingkat provinsi maupun bantuan dari pemerintah pusat.

“Kami sudah mengajukan ke BPBD provinsi untuk ditindaklanjuti, apakah nanti melalui kementerian terkait atau melalui anggaran provinsi. Mudah-mudahan bisa dibantu,” tuturnya.

Dalam pengajuan tersebut, BPBD tidak mengusulkan unit dengan kapasitas maksimal seperti yang digunakan di kota besar lain. Spesifikasi alat disesuaikan dengan kondisi infrastruktur jalan di Balikpapan agar tidak menimbulkan beban berlebih pada aspal.

Saat ini, kebutuhan difokuskan pada sky lift dengan jangkauan sekitar 32 meter. Pertimbangan itu didasarkan pada daya dukung jalan yang memiliki batas tekanan terhadap kendaraan berat.

“Daya tahan aspal di Balikpapan kemampuannya sekitar itu, kurang lebih 32 meter. Tidak seperti di kota besar lain yang bisa sampai 100 meter, karena bobot kendaraan dan tekanan terhadap aspal juga harus diperhitungkan,” ungkap Usman.

Ia berharap perbaikan unit yang rusak serta pengadaan armada baru bisa segera terealisasi. Sehingga kesiapsiagaan penanganan kebakaran, khususnya di kawasan gedung bertingkat, dapat terus ditingkatkan.

Usman mengungkapkan, tanpa adanya dukungan peralatan yang memadai, respons penanganan di lapangan berpotensi tidak optimal ketika terjadi insiden di ketinggian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *