SIVANA, BALIKPAPAN – Perubahan menit demi menit dalam jadwal imsakiyah Ramadan 2026 yang ramai beredar di media sosial dipastikan bukan kekeliruan teknis.
Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kota Balikpapan menegaskan seluruh waktu ibadah selama Ramadan disusun melalui perhitungan astronomi nasional dan dikirim langsung dari pusat.
Kepala Kemenag Balikpapan, Masrivani, menjelaskan bahwa kantor daerah tidak menyusun jadwal sendiri. Data waktu imsak dan salat berasal dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang menggunakan metode hisab berbasis posisi matahari.
“Seluruh jadwal berasal dari pusat. Sistemnya satu secara nasional, daerah hanya menyesuaikan koordinat wilayah” jelas Masrivani, Minggu (22/2/2026).
Ia menyebut pergeseran waktu yang terlihat dari hari ke hari merupakan konsekuensi ilmiah dari pergerakan matahari. Karena posisi benda langit terus berubah, waktu salat pun tidak pernah tetap.
“Perubahan menit itu hal yang normal dalam astronomi. Setiap hari pasti bergeser, begitu juga antar bulan dan antar tahun,” sambungnya.
Menurutnya, justru pergeseran tersebut menunjukkan sistem perhitungan berjalan presisi sesuai kondisi langit, bukan akibat salah cetak atau perbedaan versi jadwal.
Di tengah banyaknya tabel imsakiyah yang tersebar di grup percakapan dan media sosial, Kemenag Balikpapan meminta masyarakat menjadikan jadwal resmi Kementerian Agama sebagai rujukan utama.
“Kalaupun ada perbedaan, biasanya hanya satu atau dua menit. Tapi acuan paling sah tetap dari Kemenag RI,” tegas Masrivani.
Ia juga meluruskan pemahaman soal imsak yang kerap dianggap sebagai batas dimulainya puasa. Menurutnya, imsak merupakan waktu pengingat agar umat bersiap, bukan penentu sah atau batalnya puasa.
“Puasa dimulai saat subuh masuk. Imsak itu waktu kehati-hatian supaya orang tidak terlambat berhenti sahur,” imbuh Masrivani.
Memasuki hari keenam Ramadan 1447 Hijriah, ritme waktu ibadah di Balikpapan masih berlangsung relatif stabil.
Warga mulai bersiap sahur hingga imsak berbunyi pada 04.56 WITA, sebelum waktu subuh masuk sepuluh menit kemudian, tepat pukul 05.06 WITA, sebagai penanda dimulainya puasa. Matahari terbit sekitar 06.19 WITA, sementara waktu siang berada di kisaran 12.29 WITA.
Menjelang sore, asar masuk pada 15.42 WITA, sebelum azan magrib yang menjadi penanda berbuka puasa berkumandang pukul 18.33 WITA. Malam Ramadan kemudian ditutup dengan salat isya sekitar 19.42 WITA.
Waktu-waktu tersebut akan terus bergeser secara bertahap hingga akhir Ramadan mengikuti perhitungan astronomi.
Kemenag Balikpapan berharap masyarakat tidak lagi bingung dengan berbagai versi jadwal yang beredar serta memahami perubahan waktu sebagai bagian dari sistem ilmiah penentuan ibadah.
“Cukup gunakan jadwal resmi dan pahami fungsi imsak dengan benar agar ibadah lebih tenang,” pungkas Masrivani.












