Menanam di Tengah Permukiman Balikpapan, Upaya Warga Sepinggan Pratama Hadapi Sampah

Direktur Yayasan Harmoni Pratama Lestari Taufik Rahman menunjukkan area fasilitas umum yang dimanfaatkan untuk kegiatan lingkungan di Perumahan Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan. (Sivanamedia)

SIVANA, BALIKPAPAN – Di antara rumah-rumah yang berdiri rapat di Perumahan Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan, ada ruang yang tidak dibiarkan begitu saja. Cabai, tomat, dan sejumlah tanaman buah tumbuh di sana.

Lahan tersebut merupakan bagian dari fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) kawasan perumahan yang kemudian dimanfaatkan untuk urban farming.

Program tersebut dikelola Yayasan Harmoni Pratama Lestari, dengan Taufik Rahman sebagai direkturnya.

Warga asli Balikpapan yang menetap di Sepinggan Pratama itu lahir pada 7 Mei 1980 dan merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Bagi Taufik, ruang yang tersedia di lingkungan perumahan dapat dimanfaatkan lebih jauh daripada sekadar menjadi bagian dari kawasan hunian.

“Kalau kita kelola ini adalah fasilitas umum. Di dalamnya RTH,” ucap Taufik saat diwawancara langsung oleh Sivanamedia, pada Minggu (30/08/2026).

Taufik menjelaskan, dalam pengembangan perumahan di Balikpapan, pengembang wajib menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) sebesar 40 persen dari luas lahan dalam rencana tapak.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 5 Tahun 2013, alokasi itu terdiri atas 20 persen untuk jalan, drainase dan utilitas, 4 persen sarana sosial, 2 persen tempat pemakaman umum, 10 persen ruang terbuka hijau (RTH), serta 4 persen bendali atau bozem.

Salah satu ruang yang tersedia di Sepinggan Pratama kemudian dimanfaatkan untuk menanam.

Gagasan urban farming tidak muncul begitu saja. Taufik mengatakan yayasan sejak awal bergerak pada isu lingkungan.

Balikpapan yang terus bertambah penduduknya menghadapi konsekuensi lain berupa peningkatan timbulan sampah.

Jumlah penduduk Balikpapan pada 2025 mencapai 725.440 jiwa, meningkat 8.210 jiwa dibandingkan 2024 yang berjumlah 717.230 jiwa. Angka tersebut merupakan data terbaru yang tercantum dalam Kota Balikpapan Dalam Angka 2026.

Sementara itu, timbulan sampah Kota Balikpapan tercatat sekitar 540 ton per hari pada April 2026. Pertambahan penduduk dan sampah inilah yang menjadi salah satu perhatian Taufik.

“Penduduk semakin bertambah, masyarakatnya semakin bertambah. Sampahnya juga semakin bertambah,” ujar Taufik.

Awalnya, yayasan berencana membangun bank sampah induk. Rencananya, bank tersebut akan terhubung dengan bank sampah unit yang ada di lingkungan masyarakat.

Namun, ketika melihat fasilitas yang tersedia di Sepinggan Pratama, muncul gagasan lain.

Ruang tersebut bisa dimanfaatkan untuk kegiatan menanam sekaligus menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan.

Gagasan urban farming sebenarnya sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Pelaksanaannya baru dimulai pada 2026, sekitar tiga bulan sebelum wawancara dilakukan.

Taufik tidak membayangkan urban farming harus dilakukan di lahan luas. Justru keterbatasan ruang di kawasan perkotaan menjadi alasan konsep itu dipilih.

“Urban farming itu menanam dari lahan yang sempit. Di rumah juga bisa,” tuturnya.

Di Sepinggan Pratama, tanaman yang dikembangkan antara lain cabai, tomat, dan tanaman buah. Sebagian ruang juga mulai dikelola bersama warga.

Sekitar 20 orang telah terlibat dalam kegiatan tersebut. Pengembangan urban farming nantinya direncanakan terhubung dengan bank sampah.

Di sisi lain, sampah rumah tangga akan dipilah, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.

“Yang organiknya itu akan men-support urban farming,” sebutnya.

Namun, integrasi tersebut belum sepenuhnya berjalan. Yayasan masih menyiapkan pola pengelolaan bank sampah dan hubungan antara sampah organik dengan kegiatan menanam.

Taufik menuturkan, tanaman yang tumbuh di lahan tersebut hanyalah bagian awal dari konsep yang ingin dikembangkan.

Ia pun melihat urban farming dapat memiliki fungsi edukasi.

Kawasan itu nantinya dapat menjadi tempat belajar mengenai tanaman bagi masyarakat, termasuk membuka kemungkinan digunakan untuk kegiatan sekolah atau kampus.

“Ada sisi pendidikan, edukasi dari sekolah-sekolah atau dari kampus,” imbuhnya.

Ada pula sisi ekonomi yang ingin dikembangkan.

Warga menerima bibit tanaman dalam kegiatan Sebaru Fun Run 5K di Perumahan Sepinggan Pratama, Balikpapan Selatan, Minggu (30/8/2026). (Sivanamedia)

Hasil tanaman dapat diperlihatkan dan dikumpulkan dalam satu ruang sehingga masyarakat bisa melihat apa yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Taufik juga melihat potensi wisata dari kawasan itu. Di sekitar lokasi telah tersedia rancangan jogging track yang dapat mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi.

Konsep tersebut masih berupa arah pengembangan. Saat ini kegiatan yang berjalan masih berfokus pada penanaman dan pelibatan warga.

Selain tanaman dan rencana pengelolaan sampah, kegiatan tersebut mulai mempertemukan warga.

Taufik mengungkapkan masyarakat yang tinggal berdekatan belum tentu selalu berinteraksi. Sebab itu, keberadaan kegiatan bersama dinilai dapat menjadi wadah untuk mempertemukan mereka.

“Kalau misalkan masyarakat ini terkotak-kotak, jangankan kita mau ngajak, ngelihat aja belum tentu,” imbuhnya.

Melalui kegiatan yang dilakukan bersama, warga dapat mengambil bagian dalam mengelola ruang di lingkungannya.

“Dengan adanya wadah ini mereka juga bisa terlibat, berinteraksi sehingga guyub. Kebersamaannya ada,” harap Taufik.

Keterlibatan warga juga menjadi bagian dari rencana pengembangan program.

Yayasan ingin kegiatan tidak berhenti pada lahan yang saat ini dikelola, tetapi dapat berkembang melalui kolaborasi dengan kelompok masyarakat lainnya.

Untuk sementara, pengelolaan urban farming masih dilakukan di Sepinggan Pratama. Sekitar 20 orang terlibat, sementara rencana bank sampah dan pemanfaatan sampah organik masih disiapkan.

Taufik menyadari program tersebut masih dimulai dari skala kecil. Di tengah permukiman Sepinggan Pratama, warga perlahan mulai terlibat merawat tanaman bersama.

 

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *