Menunggu Bacitra 2028, DPRD Minta Balikpapan Timur Tak Sekadar Jadi Jalur Lewat

Bus Balikpapan City Trans melintas di kawasan pusat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Angkutan umum menjadi salah satu pilihan mobilitas warga di tengah aktivitas lalu lintas perkotaan. (Sivanamedia)

SIVANA, BALIKPAPAN – Rencana perluasan layanan Balikpapan City Trans (Bacitra) ke Balikpapan Timur masih menunggu pelaksanaan yang ditargetkan pada 2028.

Bagi Anggota DPRD Balikpapan Wahyullah Bandung, perluasan tersebut seharusnya tidak berhenti pada penambahan jalur, tetapi disusun berdasarkan kebutuhan warga di kawasan timur.

Menurut Wahyullah, sejumlah fasilitas publik di Balikpapan Timur perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan lintasan Bacitra.

Seperti sekolah, puskesmas hingga rumah sakit merupakan lokasi yang memiliki pergerakan masyarakat cukup tinggi.

“Balikpapan Timur kan nanti banyak sarana-sarana publik, baik sekolah, puskesmas, atau mungkin rumah sakit. Nah, itu sebenarnya harus dipersiapkan untuk menjadi sarana transportasi umum massal,” urai Wahyullah saat diwawancarai oleh Sivanamedia, Senin (31/8/2026).

Ia menilai akses menuju fasilitas pendidikan juga penting diperhitungkan.

Keberadaan bus di kawasan sekolah, misalnya, dapat menjadi pilihan bagi pelajar yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Meski begitu, perluasan Bacitra ke Balikpapan Timur memang belum masuk dalam layanan yang berjalan saat ini.

Berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan Balikpapan, pengembangan rute menuju kawasan timur masih berada dalam tahap persiapan dan ditargetkan terealisasi pada 2028.

Penumpang Balikpapan City Trans memadati bagian dalam bus saat perjalanan. (Sivanamedia)

Rencana tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan transportasi bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan timur, termasuk pekerja dan pelajar.

Dengan demikian, pengembangan rute perlu mempertimbangkan titik-titik tujuan yang benar-benar digunakan masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, jaringan Bacitra yang sudah berjalan terus dikembangkan.

Layanan tersebut kini mulai dihubungkan dengan angkutan antarmoda menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah Kota Balikpapan juga menyiapkan titik perpindahan penumpang agar perjalanan antarmoda dapat berlangsung lebih mudah.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi Bacitra sebagai angkutan umum dalam kota.

Namun, bagi Wahyullah, pengembangan jaringan harus tetap memperhatikan kemampuan masyarakat sebagai pengguna.

Hal itu menjadi penting karena layanan Bacitra tidak selamanya berada dalam skema gratis.

Mulai 2027, pemerintah daerah menyiapkan perubahan pengelolaan sekaligus skema tarif layanan.

Wahyullah berharap perubahan tersebut tidak membuat transportasi umum sulit dijangkau masyarakat.

“Biayanya juga harus murah,” tekannya.

Oleh sebab itu, ketika rute menuju Balikpapan Timur nantinya mulai direalisasikan, pemerintah tidak hanya menghitung panjang lintasan atau jumlah armada.

Titik layanan juga perlu ditempatkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, terutama untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya.

 

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *