SIVANA, BALIKPAPAN – Lonjakan penumpang hingga belasan ribu orang per hari diperkirakan kembali terjadi di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan selama periode mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah. Untuk menjaga kelancaran operasional, pengelola bandara mulai memperkuat koordinasi lintas instansi melalui pembentukan posko terpadu angkutan Lebaran.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengatakan posko tersebut akan menjadi pusat pengendalian pelayanan penumpang, pengawasan penerbangan, hingga respons cepat terhadap kondisi darurat.
“Seluruh unsur pendukung sudah kami siapkan untuk bergabung di posko terpadu. Fungsinya memastikan arus penumpang tetap terkendali, aman, dan nyaman selama puncak Lebaran,” ucapnya saat ditemui langsung, Senin (23/2/2026).
Posko ini akan melibatkan berbagai instansi, di antaranya Basarnas, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta BMKG untuk mendukung keselamatan penerbangan dan pelayanan publik.
Meski kesiapan teknis telah rampung, pengoperasian resmi posko masih menunggu instruksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang biasanya menetapkan pembukaan posko angkutan Lebaran secara nasional.
Dari proyeksi sementara, total pergerakan penumpang selama musim Lebaran 2026 diperkirakan mendekati 330 ribu orang, dengan kenaikan sekitar dua hingga tiga persen dibandingkan tahun lalu. Peningkatan itu dinilai masih moderat, namun tetap memerlukan pengawasan ketat di jam-jam sibuk.
Dalam aktivitas harian, Bandara SAMS Sepinggan mencatat sekitar 120 sampai 130 pergerakan pesawat per hari. Volume penumpang normal berada di kisaran 11 ribu hingga 14 ribu orang, sementara pada masa libur panjang dapat melonjak hingga sekitar 17 ribu penumpang per hari.
Iwan menyebut kesiapan maskapai menjadi salah satu variabel penting dalam menghadapi lonjakan tersebut. Beberapa armada masih menjalani perawatan rutin sehingga berpotensi memengaruhi tambahan frekuensi penerbangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai terkait kesiapan pesawat. Biasanya rute dengan permintaan tinggi akan diprioritaskan,” pungkasnya.
Dengan penguatan sistem koordinasi dan pemantauan terpadu, pengelola bandara berharap pergerakan penumpang selama Ramadan dan Lebaran tahun ini dapat terlayani dengan optimal tanpa mengganggu keselamatan maupun kenyamanan pengguna jasa.












