SIVANA, PENAJAM PASER UTARA – Sebanyak 25 pelajar di Kecamatan Waru dilaporkan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Waru setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi salah satu menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026). Korban terdiri dari 24 siswa SDN 008 Waru dan satu pelajar SMA Negeri 2 Waru. Para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga sesak napas.
PIC Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru dari Yayasan Bakti Benuo Taka, Yedy Kesuma, menyampaikan bahwa menu yang diduga menjadi penyebab berasal dari produk luar dapur MBG.
“Puding yang dikonsumsi bukan produksi dapur kami. Itu dipesan dari pelaku UMKM,” ujar Yedy.
Menurutnya, keterlibatan UMKM merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal yang baru mulai diterapkan sejak awal Februari 2026. Insiden ini, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan ke depan.
“Ini perdana kami melibatkan UMKM. Ada dampak yang muncul dan tentu akan kami evaluasi,” ucapnya.
Sementara menu utama MBG seperti nasi, sayur, dan tahu yang diproduksi langsung di dapur umum disebut tidak menimbulkan keluhan.
“Untuk makanan dari dapur sejauh ini tidak ada masalah,” sambungnya.
Yedy menjelaskan bahwa UMKM pemasok puding telah melalui proses penyaringan, termasuk pengecekan legalitas usaha dan sistem produksi. UMKM tersebut juga diketahui menyuplai menu serupa ke dapur MBG lain di wilayah berbeda.
Dalam sehari, SPPG Waru menyiapkan sekitar 1.040 porsi makanan, dengan 1.017 porsi didistribusikan ke sekolah-sekolah dari tingkat TK hingga SMA. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan.
“Dugaan sementara bisa terkait masa simpan makanan. Kami akan melakukan pembahasan ulang terkait prosedur ke depan,” pungkas Yedy.
