Indeks
Cuaca  

Tarikan Bibit Siklon Filipina Picu Lonjakan Hujan di Kaltim, BMKG Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem

SIVANA, BALIKPAPAN – Aktivitas atmosfer di kawasan barat Samudra Pasifik kembali memicu kewaspadaan cuaca di Kalimantan Timur.

Bibit siklon tropis 94W yang terpantau di sekitar wilayah Filipina memang tak bergerak menuju Indonesia, namun daya tarik sistem tekanan rendah ini mulai mengubah pola angin regional dan memicu peningkatan hujan di berbagai daerah Kaltim.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan dampak yang dirasakan bersifat tidak langsung, namun cukup signifikan dalam memperkuat pembentukan awan hujan dengan intensitas menengah hingga lebat.

Kepala Bidang Data Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, menjelaskan bahwa bibit siklon 94W saat ini memicu belokan dan perlambatan angin di sekitar Kalimantan.

“Meski pusat sistem berada di Filipina, efek tarikannya membuat uap air menumpuk di wilayah Kaltim. Kondisi ini sangat ideal untuk pertumbuhan awan hujan aktif,” katanya saat diwawancara langsung, Jumat (6/2/2026).

Dalam satu hingga dua hari ke depan, sistem tekanan rendah tersebut berpeluang berkembang menjadi siklon tropis. Proses ini berpotensi memperkuat hujan di sejumlah wilayah seperti Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Paser, hingga kawasan perkotaan termasuk Balikpapan, Samarinda, dan Bontang.

BMKG mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah rawan genangan dan longsor.

“Perlambatan angin membuat udara lembap berkumpul. Saat energi cukup besar, hujan bisa turun dalam durasi panjang dengan intensitas tinggi,” jelas Carolina.

Dampak tarikan siklon juga terasa di wilayah perairan. Tinggi gelombang di perairan Kaltim diperkirakan mencapai sekitar 1,25 meter, sementara di laut lepas bisa menembus dua meter.

Kondisi tersebut berisiko mengganggu aktivitas nelayan dan pelayaran kecil, terutama saat angin bertiup lebih kencang dari biasanya.

BMKG mencatat kecepatan angin bibit siklon 94W saat ini mencapai sekitar 30 knot dan berpotensi melonjak hingga 50-60 knot bila kembali berada di perairan terbuka. Kendati untuk daratan Kalimantan Timur, angin masih berada di kisaran 13-15 knot atau sekitar 26-30 kilometer per jam.

“Potensi puting beliung masih tergolong rendah, tetapi cuaca ekstrem tetap bisa muncul secara lokal,” tegas Carolina.

Meski belum terdeteksi ancaman banjir rob di pesisir, hujan berkepanjangan tetap berpotensi menyebabkan genangan di kawasan perkotaan dan daerah aliran sungai.

BMKG mengimbau warga Kaltim untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan.

“Februari masih berada pada fase puncak musim hujan sebelum memasuki masa peralihan pada April-Mei,” pungkasnya.

Exit mobile version