Sosial  

Yang Dicari Pasien Saat Berobat Bukan Cuma Gedung Baru

SIVANA, BALIKPAPAN – Pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit bukan untuk mengagumi gedungnya. Mereka datang karena butuh diperiksa, ditangani, dan dilayani. Masalahnya, pelayanan kesehatan di Balikpapan masih menyisakan sejumlah keluhan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai pelayanan yang dinilai belum maksimal, termasuk bagi peserta BPJS Kesehatan.

Keluhan itu muncul di berbagai fasilitas kesehatan. Mulai dari antrean panjang, respons pelayanan yang lambat, hingga laporan mengenai perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS.

“Pelayanan yang kurang maksimal ini sering kali menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait pelayanan bagi pasien BPJS Kesehatan, baik yang berobat di Puskesmas maupun di Rumah Sakit,” kata Hamid di Gedung DPRD Balikpapan, pada Kamis (6/8/2026).

Baginya, persoalan pelayanan tersebut tidak berdiri sendiri. Balikpapan juga masih menghadapi kekurangan tenaga medis.

Kebutuhannya bukan cuma dokter umum. Tenaga kesehatan yang diperlukan mencakup dokter spesialis, perawat, hingga tenaga penunjang medis lainnya.

Kondisi itu membuat peningkatan fasilitas kesehatan perlu diikuti dengan ketersediaan orang yang menjalankan layanan. Sebab, ruang pelayanan yang tersedia tetap membutuhkan tenaga kesehatan untuk melayani pasien yang datang.

“Jangan sampai nanti fasilitas penunjangnya ada, gedungnya bagus, tetapi tenaga medisnya tidak ada,” tekan Hamid.

Komisi IV DPRD Balikpapan kemudian meminta Dinas Kesehatan tidak hanya memperhatikan pembangunan maupun fasilitas kesehatan. Pengawasan terhadap pelayanan dan ketersediaan tenaga medis di setiap fasilitas juga perlu diperkuat.

Hamid mengatakan Komisi IV akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan sebagai mitra kerja di bidang kesehatan. Keluhan masyarakat terkait pelayanan juga menjadi bagian yang akan diperhatikan dalam fungsi pengawasan tersebut.

Ia berharap anggaran yang dialokasikan pemerintah kota untuk sektor kesehatan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketersediaan tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan juga harus menjadi bagian dari perencanaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *