SIVANA, BALIKPAPAN – Jauh sebelum duduk sebagai Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman lebih dulu mengenal persoalan pembangunan dari lingkungan tempat tinggalnya.
Saat itu, ia memiliki pengalaman sebagai Ketua RT 55 di Perumahan Puri Ratu Kencana.
Dari posisi tersebut, Yono melihat persoalan yang sederhana di lingkungan warga tidak selalu mudah diselesaikan.
Keinginan memperbaiki lingkungan, membuat tempat ibadah lebih baik, atau menghadirkan penerangan membutuhkan lebih dari sekadar niat.
Apalagi, menurutnya, kawasan perumahan tempatnya menjadi ketua RT saat itu belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
Kondisi itu pun membuat akses terhadap bantuan pemerintah, termasuk hibah, menjadi tidak mudah.
Mengandalkan swadaya masyarakat pun membutuhkan waktu.
Pengalaman itu kemudian membuat Yono berpikir tentang keterbatasan kewenangan di tingkat paling bawah.
Ia melihat pembangunan akan lebih mudah berjalan ketika masyarakat memiliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan pemerintah.
Dari sana, muncul keinginan untuk mengambil peran yang lebih besar.
Bukan sebagai pengusaha, tetapi melalui politik. Padahal, politik bukan sesuatu yang sejak awal direncanakan Yono.
Yono lahir di Cirebon, Jawa Barat. Ia tumbuh dari keluarga yang jauh dari dunia politik maupun pengusaha.
Ayahnya seorang nelayan. Sementara ibunya menerima ikan hasil tangkapan nelayan untuk dijual kembali secara kecil-kecilan di kampung.
Pendidikan dasarnya ditempuh di kampung. Setelah itu ia melanjutkan SMP dan SMA di kota. Fase berikutnya membawa Yono merantau ke Jakarta.
Di sana, ia sempat bekerja sebagai kuli bangunan dan sopir.
Pada 2005, ia mulai membuka usaha.
Tahun-tahun berikutnya ia bekerja dan mengembangkan pengalaman di sejumlah perusahaan, termasuk bidang telekomunikasi, kontraktor dan pengembang perumahan.
Ia juga pernah terlibat dalam pekerjaan di sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan Telkom dan pengembang.
Salah satu perusahaan tempatnya bekerja bahkan memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.
Ia mengambil teknik sipil dan memperoleh gelar sarjana teknik.
Setelah itu, ia semakin banyak berkecimpung dalam pekerjaan yang berkaitan dengan konstruksi dan pengembangan.
Di sisi lain, ia juga mulai membangun usahanya sendiri.
Bidang yang digelutinya antara lain advertising, percetakan dan penyablonan.
Usahanya kemudian berkembang ke pekerjaan konstruksi dan sipil, termasuk menjadi vendor pekerjaan Telkom serta pekerjaan yang berkaitan dengan Pertamina.
Ia juga pernah mengembangkan usaha di bidang pertambangan nikel dan penyewaan alat berat.
Dengan latar tersebut, dunia politik sebenarnya bukan ruang yang sejak awal ia tuju.
Yono mengatakan dirinya bukan orang politik.
Ia baru bergabung dengan Partai NasDem sekitar satu tahun sebelum memutuskan maju dalam pemilihan legislatif.
Keputusan tersebut lahir dari lingkungan pertemanan.
Ia memiliki sejumlah teman yang berkecimpung dalam politik dan kemudian mengajaknya ikut berpartisipasi.
Meski demikian, pengalaman menjadi ketua RT menjadi salah satu hal yang membuatnya melihat politik dari sudut berbeda.
“Saat menjadi RT, saya merasakan sendiri bagaimana keterbatasan kewenangan bisa membuat persoalan masyarakat sulit ditangani,” ucapnya saat diwawancara langsung oleh Sivanamedia, pada Senin (31/8/2026).
Kemudian, ia pun ingin memperbaiki lingkungan, namun tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi hanya dengan mengandalkan kemampuan pribadi atau swadaya warga.
Dari pengalaman itu, ia berpandangan bahwa lembaga politik memiliki ruang yang lebih luas untuk membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Bagi Yono, menjadi bagian dari lembaga tersebut berarti memiliki kesempatan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, baik dalam urusan pembangunan maupun sosial.
Ia kemudian maju dalam Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Balikpapan Selatan.
Hasilnya, Yono terpilih menjadi anggota DPRD Kota Balikpapan untuk periode 2024-2029. Ia kemudian dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua I DPRD Balikpapan.
Masuk ke DPRD mengubah posisi Yono dalam berhadapan dengan persoalan masyarakat.
Apabila sebelumnya ia berada di tingkat lingkungan sebagai ketua RT, kini ia berada di lembaga yang memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
“Selama sekitar dua tahun menjalankan tugas sebagai anggota DPRD, saya menemukan kebahagiaan yang berbeda dibandingkan ketika menjalankan usaha,” tuturnya.
Yono mencontohkan sejumlah persoalan warga yang pernah ia fasilitasi, mulai dari penerangan, jalan rusak, rumah ibadah hingga masyarakat yang kesulitan mendapatkan BPJS kelas 3.
Ia juga menegaskan dirinya bukan pihak yang menggunakan dana pribadi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Perannya, sebut Yono, lebih banyak sebagai fasilitator yang membawa persoalan warga ke jalur kelembagaan.
Di Balikpapan Selatan, ia menyebut upaya tersebut dilakukan di sejumlah kelurahan, meski tidak semua persoalan maupun seluruh RT dapat ditangani.
Pengalaman itu pula yang membuat pandangannya terhadap politik berubah.
Sebelum terjun langsung, ia mengaku pernah melihat politik sebagai sesuatu yang keras dan tidak berpihak kepada masyarakat.
Setelah berada di dalamnya, ia justru melihat politik dapat menjadi ruang untuk memberikan kontribusi.
Namun, Yono mengungkapkan, hasil akhirnya tetap bergantung pada orang-orang yang menjalankan lembaga tersebut.
Baginya, lembaga politik memiliki fungsi, tetapi kepemimpinan dan keputusan tetap dipengaruhi oleh pribadi yang berada di dalamnya.
Sebagai politisi yang baru memasuki periode pertama, Yono mengatakan dirinya masih ingin menyelesaikan tugas di DPRD dengan sebaik-baiknya.
Ia ingin memberikan kontribusi di internal lembaga, menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah kota, sekaligus tetap menjadi penghubung bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah perjalanan hidupnya, Yono mengatakan ada pesan orang tua yang terus ia pegang hingga sekarang.
“Yang terpenting itu menjaga harga diri keluarga. Kedua, bisa bermanfaat buat masyarakat, walaupun kecil. Ketiga, kalau bisa mempekerjakan orang lebih baik daripada kamu pekerja,” urainya.
Pesan sederhana itu menjadi pegangan Yono dalam melihat peran yang dijalaninya saat ini.
Baginya, posisi sebagai wakil rakyat bukan hanya soal jabatan, namun juga kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia tidak banyak bicara tentang apa yang akan dicapainya setelah ini. Untuk saat ini, Yono memilih menjalankan amanah yang sudah diberikan kepadanya.
Sebab, pada akhirnya, ungkap Yono, yang penting bukan sekadar berada di sebuah jabatan, melainkan apa yang bisa diberikan dari posisi tersebut kepada orang lain.
Salsa












