SIVANA, SAMARINDA – Pemerintah melakukan penguatan pasokan pangan ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyusul dinamika harga beras yang terjadi di wilayah tersebut. Melalui koordinasi antara Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Kabupaten Mahulu, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Satgas Pangan Tim Saber Polda Kalimantan Timur, Perum Bulog menyalurkan komoditas pangan strategis guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.
Sebanyak 3.000 kilogram atau 3 ton komoditas disiapkan untuk dikirim dari Samarinda menuju Mahulu. Komoditas tersebut terdiri dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, serta minyak goreng kemasan sederhana Minyakita. Penyaluran ini merupakan bagian dari langkah pengendalian pasokan di daerah yang memiliki tantangan distribusi relatif tinggi dibanding wilayah perkotaan.
Mahakam Ulu dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan akses transportasi yang terbatas dan bergantung pada jalur sungai maupun darat dengan waktu tempuh cukup panjang. Kondisi geografis tersebut kerap memengaruhi biaya distribusi dan berdampak pada harga jual di tingkat konsumen. Dalam situasi seperti ini, intervensi pasokan menjadi salah satu opsi yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat ketersediaan barang di pasar.
Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Kaltimtara, Muzasdin Said, menyampaikan bahwa distribusi ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi Bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan pokok.
“Mahakam Ulu memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah dan Bapanas memastikan distribusi pangan berjalan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dan minyak goreng,” ujarnya.
Pengiriman komoditas dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat dari Gudang Bulog Samarinda dengan estimasi perjalanan sekitar dua hingga tiga hari, bergantung pada kondisi lapangan. Armada angkutan telah disiapkan, termasuk dukungan pembiayaan melalui Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dari Bapanas untuk membantu kelancaran pengiriman hingga ke titik distribusi.
Dalam mekanisme penyaluran, Pemerintah Kabupaten Mahulu bertindak sebagai offtaker sekaligus penanggung jawab distribusi lanjutan di wilayahnya. Komoditas yang diterima rencananya akan dimanfaatkan dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Bazar Ramadan, sebagai upaya menyediakan alternatif pembelian dengan harga yang lebih terkendali bagi masyarakat.
Pelepasan pengiriman dilaksanakan di Gudang Bulog Samarinda dan dihadiri oleh Tim Serapan Gabah dan Beras (Sergab). Kegiatan tersebut melibatkan unsur Kanwil Bulog Kaltim, Ditreskrimsus Polda Kaltim, perwakilan Bapanas, serta Bulog Cabang Samarinda. Kehadiran sejumlah instansi ini menunjukkan koordinasi lintas lembaga dalam pengawasan dan penguatan distribusi pangan.
Bulog menegaskan bahwa stabilitas pangan, khususnya beras sebagai komoditas utama, memerlukan pengawasan berkelanjutan serta kerja sama antarinstansi. Distribusi tambahan ke daerah dengan akses terbatas menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keseimbangan pasokan dan membantu meredam potensi fluktuasi harga, terutama pada periode dengan kecenderungan peningkatan permintaan. Dengan penyaluran ini, diharapkan pasokan di Mahakam Ulu dapat lebih terjaga dan distribusi pangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
