Indeks

Investasi Kaltim Tembus Rp70 Triliun, Airlangga Minta Industri Lokal Diperkuat

SIVANA, KALTIM – Kalimantan Timur dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional, baik dari sisi investasi maupun kontribusi terhadap devisa negara.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kalimantan Timur tercatat mencapai Rp70 triliun, disertai surplus perdagangan sebesar 1,67 miliar dolar AS hingga September 2025.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Seminar Nasional Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs serta Green Economy di Kalimantan, yang digelar di Universitas Balikpapan, Selasa (27/1/2026).

Airlangga mengatakan, capaian tersebut menunjukkan posisi Kalimantan Timur sebagai daerah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam penyediaan devisa dan aktivitas investasi.

“Kontribusi Kalimantan Timur terhadap perekonomian nasional cukup besar. Investasinya sudah tembus Rp70 triliun dan surplus perdagangannya mencapai 1,67 miliar dolar AS hingga September,” ujar Airlangga.

Menurutnya, surplus perdagangan tersebut menandakan kuatnya peran Kalimantan Timur sebagai daerah penghasil komoditas dan penopang neraca perdagangan nasional.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan industri di dalam daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Airlangga menyebut, selama ini Kalimantan Timur berkontribusi besar terhadap penerimaan negara, baik melalui sektor sumber daya alam maupun ekspor.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat menilai penting untuk mendorong penguatan industri pengolahan dan hilirisasi di daerah.

“Kalimantan Timur ini berkontribusi positif terhadap negara. Karena itu, penguatan industri lokal menjadi penting agar nilai tambahnya tidak hanya dinikmati di luar daerah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, bahwa penguatan industri di daerah juga akan berperan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi regional.

Airlangga mencatat, secara historis pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur kerap berada di atas rata-rata nasional, meski dalam periode tertentu mengalami perlambatan.

“Biasanya pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur lebih tinggi dari nasional, meskipun kemarin sempat ada sedikit pengereman,” sebutnya.

Dalam konteks pembangunan ke depan, Airlangga juga menyinggung pentingnya industrialisasi berbasis sumber daya lokal.

Ia menuturkan, sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di Kalimantan Timur, termasuk industri pupuk, energi, serta pengolahan sumber daya alam untuk mendukung ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor.

Selain itu, ia menekankan perlunya percepatan realisasi investasi yang telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional maupun kawasan ekonomi khusus.

Baginya, berbagai fasilitas seperti kemudahan perizinan dan insentif fiskal telah disiapkan pemerintah untuk mendorong masuknya investasi.

“Kerangka kebijakan sudah ada, baik melalui kawasan ekonomi khusus maupun proyek strategis nasional. Tinggal bagaimana investasi ini bisa segera terealisasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Airlangga.

Airlangga menyampaikan, keberadaan industri di daerah juga akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.

Maka dari itu, ia mendorong agar pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur tidak hanya bertumpu pada ekspor bahan mentah, tetapi juga pada pengembangan industri bernilai tambah.

Exit mobile version