Asap Masih Menyelimuti APT Pranoto, Visibility di Bawah 1 Kilometer Ganggu Penerbangan

Peta sebaran titik panas di Provinsi Kalimantan Timur pada 16 September 2026. BMKG mencatat 343 titik panas, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Paser sebanyak 262 titik dan Kutai Kartanegara 38 titik. (BMKG)

SIVANA, BALIKPAPAN – Sebanyak 1.426 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Kalimantan Timur berdasarkan pemantauan pada 15 September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 300 titik dibandingkan pemantauan sehari sebelumnya yang mencatat sekitar 1.126 titik panas.

Data pemantauan pada 15 September 2026 pukul 01.00-24.00 WITA menunjukkan titik panas tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 471 titik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 436 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 28 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Selanjutnya, Kutai Kartanegara mencatat 348 titik panas, terdiri dari 10 titik tingkat kepercayaan rendah, 296 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 42 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Kabupaten Berau berada di urutan berikutnya dengan 254 titik panas. Rinciannya, delapan titik tingkat kepercayaan rendah, 216 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 30 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Titik panas lainnya terpantau di Kutai Barat sebanyak 173 titik dan Kutai Timur sebanyak 170 titik. Sementara itu, Balikpapan dan Samarinda masing-masing mencatat empat titik panas, sedangkan Penajam Paser Utara terpantau dua titik.

Dari keseluruhan pemantauan tersebut, terdapat 134 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Tingkat kepercayaan ini menunjukkan kemungkinan lebih besar bahwa titik yang terdeteksi berkaitan dengan sumber panas di permukaan, meski tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan adanya kebakaran.

Peningkatan titik panas tersebut terjadi ketika kondisi asap masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di darat, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda.

“Untuk di Bandara APT Pranoto hari ini masih ada asap. Hal ini berpengaruh terhadap penerbangan, salah satunya jarak pandang atau visibility yang terpantau sampai pukul 11.00 WITA masih di bawah 1 kilometer,” ujar Djoko Sumardiono, Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan.

“Kondisi ini berdampak pada pergerakan pesawat dari dan ke Bandara APT Pranoto, termasuk keterlambatan penerbangan,” tandasnya saat diwawancara Sivanamedia, pada Kamis (17/9/2026).

Jarak pandang di bawah 1 kilometer dapat memengaruhi proses pergerakan pesawat, terutama saat hendak mendarat maupun lepas landas. Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan perlu menyesuaikan perkembangan jarak pandang dan ketentuan keselamatan penerbangan.

Meski jumlah titik panas mengalami peningkatan, data tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab asap di Bandara APT Pranoto. Titik panas merupakan hasil deteksi satelit yang masih perlu dikonfirmasi melalui pengamatan lapangan serta informasi dari instansi terkait.

Kondisi asap dan jarak pandang di Bandara APT Pranoto masih menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kelancaran penerbangan dari dan menuju Samarinda.

 

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *