SIVANA, BALIKPAPAN – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur menargetkan 11 kursi di DPRD provinsi, naik dari perolehan saat ini yang masih enam kursi.
Target tersebut menjadi fokus utama dalam konsolidasi partai melalui Musyawarah Cabang (Muscab) se-Kaltim di Balikpapan, 8-9 April 2026.
Penguatan basis akar rumput menjadi strategi utama untuk mengejar target tersebut. PKB menilai kekuatan partai tidak terletak pada elite, melainkan pada struktur di tingkat bawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi DPP PKB, Ahmad Iman Sukri, menyebut Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah dengan perkembangan signifikan bagi partai.
Kendati begitu, ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif.
“Target kita jelas, 11 kursi DPRD provinsi. Sekarang baru enam, artinya masih ada lima kursi yang harus kita perjuangkan,” ujar Iman dihadapan awak media.
Menurutnya, konsolidasi hingga tingkat pengurus anak cabang (PAC) dan ranting menjadi kunci dalam memperkuat elektabilitas partai.
“Kekuatan PKB itu ada di bawah, di PAC dan ranting yang setiap hari bertemu masyarakat dan menyerap aspirasi,” tuturnya.
Selain target politik, PKB juga menyoroti berbagai persoalan kebutuhan dasar masyarakat di Kaltim, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Kaltim, Syafruddin atau yang akrab disapa Udin, mengatakan persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius.
Ia menyampaikan, salah satu isu krusial adalah masih adanya desa yang belum teraliri listrik di Kalimantan Timur.
“Masih ada desa yang belum berlistrik. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dituntaskan. Target kita 2027, Kalimantan Timur harus zero desa gelap,” tekannya.
Udin menegaskan, Musyawarah Cabang (Muscab) tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah perjuangan partai ke depan.
Ia menyebut ada tiga agenda utama dalam Muscab, yakni evaluasi kinerja partai, penyusunan program konkret, serta penataan kepengurusan.
“Kita ingin memastikan PKB memiliki program nyata dan langkah konkret untuk menghadapi Pileg, Pilkada 2030, dan Pilpres 2029,” ucapnya penuh optimis.
Udin menekankan pentingnya menghadirkan program yang benar-benar berpihak kepada masyarakat agar PKB semakin mendapat kepercayaan publik.
“Jangan sampai PKB tidak punya program yang nyata. Kita harus melahirkan kegandrungan masyarakat terhadap PKB,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk konsisten menjalankan tiga prinsip utama partai, yakni politik kepeloporan, keteladanan, dan kehadiran.
Bagi Udin, kader PKB harus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, mulai dari persoalan rumah tidak layak huni, akses kesehatan, hingga pendidikan.
“Kalau ada rakyat kesulitan, kader PKB harus hadir. Itu yang akan membuat masyarakat percaya,” pesan Udin.
Dengan konsolidasi yang diperkuat hingga ke akar rumput dan program yang lebih konkret, PKB optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi sekaligus memperluas pengaruh politiknya di Kalimantan Timur.












