Di Balik Target Kursi, PKB Balikpapan Dorong Politik yang Menyentuh Masalah Riil Warga

SIVANA, BALIKPAPAN – Di tengah masih bertahannya persoalan dasar seperti akses air bersih, kesejahteraan nelayan, hingga ruang usaha bagi pedagang kecil, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Balikpapan mulai menggeser pendekatan politiknya ke arah yang lebih berbasis persoalan riil masyarakat.

Sekretaris DPC PKB Balikpapan, Sofyan Jufri, menyebut dinamika sosial di tingkat bawah menjadi pijakan utama dalam merumuskan arah politik partai ke depan.

Bagi Sofyan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari sektor informal hingga kebutuhan dasar, tidak bisa dipisahkan dari agenda politik yang dijalankan partai.

“Persoalan nelayan, PKL, UMKM, pendidikan, sampai kebutuhan dasar seperti air bersih itu nyata di masyarakat. Itu yang menjadi fokus kami,” urainya saat ditemui wartawan Sivanamedia.com, Rabu (8/4/2026).

Pendekatan tersebut kemudian tidak hanya diposisikan sebagai strategi politik semata, tetapi juga sebagai cara membangun kedekatan dengan masyarakat di tingkat bawah.

Kehadiran kader di tengah persoalan warga dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik.

Sofyan menegaskan, kerja-kerja politik tidak bisa dilepaskan dari respons terhadap kondisi sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari.

“Kalau ada persoalan, kader harus ada di situ. Itu bagian dari kerja politik kami,” ucapnya.

Seiring dengan itu, PKB Balikpapan juga memasang target peningkatan kursi DPRD kota pada Pemilu mendatang. Dari empat kursi yang saat ini dimiliki, partai tersebut membidik delapan kursi sebagai langkah lanjutan dari tren kenaikan sebelumnya.

Pada Pemilu 2019, PKB Balikpapan hanya meraih satu kursi, sebelum kemudian meningkat menjadi empat kursi pada 2024.

Menurut pihaknya, capaian tersebut menjadi dasar untuk memperluas kerja politik ke tingkat yang lebih sistematis dan terstruktur.

Penguatan dilakukan melalui konsolidasi internal hingga ke level paling bawah, mulai dari badan anak cabang di tingkat kecamatan hingga ranting di kelurahan. Struktur ini dipandang sebagai ujung tombak dalam menjangkau masyarakat sekaligus membaca dinamika di lapangan.

Di sisi lain, upaya regenerasi juga mulai diperluas dengan melibatkan kalangan muda dan aktivis sosial. Kelompok ini dinilai memiliki kedekatan dengan isu-isu masyarakat serta mampu menjadi penggerak dalam membangun basis dukungan baru.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda dan aktivis untuk bergabung,” ungkap Sofyan.

Sementara itu, menghadapi Pilkada mendatang, PKB Balikpapan masih dalam tahap memetakan figur yang dinilai potensial. Proses tersebut tidak hanya melihat faktor elektabilitas, tetapi juga keterkaitan dengan basis sosial yang selama ini dibangun partai.

Meski demikian, kader internal tetap menjadi prioritas untuk didorong dalam kontestasi tersebut.

“Pastinya, kader internal akan menjadi prioritas untuk didorong,” pungkas Sofyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *