SIVANA, BALIKPAPAN – Nama Fahmi Fadli mulai mencuat dalam peta awal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur 2030.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi sinyal akan mendorong kader internal sebagai kandidat, menandai pergeseran arah politik partai di daerah.
Kemunculan nama Fahmi, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Paser untuk periode kedua, tidak lepas dari upaya PKB membangun kemandirian politik jelang kontestasi mendatang.
Ketua Dewan Tanfidz DPW PKB Kaltim, Syafruddin menyebut partainya telah menyiapkan sejumlah kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju di level provinsi.
“PKB punya kader. Salah satunya Pak Fahmi, dan ada kader lain yang sedang dipersiapkan,” ujar pria yang kerap disapa Udin itu, dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kalimantan Timur di Balikpapan.
Bagi PKB, pengalaman memimpin daerah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membaca potensi kandidat. Fahmi dinilai memiliki rekam jejak pemerintahan yang bisa menjadi modal dalam kontestasi Pilgub.
Namun, langkah PKB tidak semata soal figur. Di balik itu, terdapat arah baru yang mulai dibangun, yakni mengurangi ketergantungan pada tokoh di luar struktur partai.
“Yang jelas, kader internal menjadi prioritas untuk kita dorong,” tekannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi PKB yang mulai menata ulang strategi politiknya, dengan memberi ruang lebih besar bagi kader sendiri untuk tampil dalam kontestasi.
Kendati demikian, PKB tetap membuka peluang komunikasi dengan partai lain sebagai bagian dari dinamika koalisi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga fleksibilitas politik, tanpa meninggalkan agenda utama penguatan internal.
Muscab yang digelar di Balikpapan menjadi momentum awal untuk merumuskan arah tersebut, sekaligus memperkuat kesiapan partai menghadapi pertarungan politik jangka panjang.












