Muara/org Bawa Persoalan Sungai Samarinda ke Rupakala 2026

Instalasi karya Invasi dari 18.000 KM oleh Muara/org dalam Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Karya ini memadukan dokumentasi visual dan video hasil riset di sekitar Sungai Karang Mumus, Samarinda. (Muara/org)

SIVANA, SAMARINDA – Sungai Karang Mumus menjadi salah satu ruang riset kolektif seni Muara/org dalam mengamati persoalan lingkungan di Samarinda.

Selama dua pekan, mereka mengumpulkan rekaman gambar dan suara di sekitar sungai. Salah satu hal yang menarik perhatian mereka ialah keberadaan eceng gondok yang bersifat invasif.

Pengamatan itu diolah menjadi Invasi dari 18.000 KM, karya seni media yang pertama kali dipamerkan dalam Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.

“Salah satu riset kekaryaan Muara/org adalah melihat kembali pada sungai-sungai di Samarinda. Salah satu yang teramati adalah persoalan eceng gondok yang invasif,” kata Prashasti Wilujeng Putri, Manajer Proyek Muara/org.

Eceng gondok yang berasal dari kawasan Amazon menjadi titik berangkat Muara/org untuk membangun gagasan tentang invasi.

Dalam karya ini, tumbuhan tersebut menjadi metafora bagi sesuatu yang datang dari luar habitat asalnya, lalu berkembang hingga mendominasi ruang yang ditempatinya.

“Sesuatu yang menginvasi dari luar lokasi asli, kini menguasai hampir segala lini. Eceng gondok di sini kemudian menjadi metafor,” tutur Asti, yang akrab disapa Asti.

Untuk mengembangkan gagasan tersebut, anggota Muara/org melakukan pengambilan sampel audio visual di sekitar Sungai Karang Mumus setiap hari selama dua pekan.

Kemudian, material yang terkumpul diolah menjadi karya dengan medium fotografi digital, video satu kanal, dan audio stereo. Pendekatan ini menjadikan hasil pengamatan lapangan sebagai bahan utama penciptaan karya.

Namun, gagasan invasi yang disampaikan melalui eceng gondok merupakan metafora artistik Muara/org, bukan kesimpulan ilmiah mengenai seluruh persoalan sungai di Samarinda.

Invasi dari 18.000 KM melibatkan sejumlah anggota Muara/org dalam pengambilan gambar, perekaman suara, serta penyuntingan foto, video, dan komposisi suara.

Fotografi dikerjakan Michael Geraldo Satria, Delly Sfriadi, Izha Wira Sheva Beckham, Sabrina Eka Felisiana, Deni Kristanto, dan Muhammad Ferdy. Pengambilan video melibatkan Delly Afriadi, Michael Geraldo Satria, Izha Wira Sheva Beckham, dan Sabrina Eka Felisiana.

Perekaman suara dilakukan Sabrina Eka Felisiana, Muhammad Ferdy, Izha Wira Sheva Beckham, dan Michael Geraldo Satria. Penyuntingan foto melibatkan Michael Geraldo Satria, Deni Kristanto, Rio Raharjo, Syahrullah, Sabrina Eka Felisiana, dan Muhammad Ferdy.

Delly Afriadi serta Robby Ocktavian menangani penyuntingan video. Sementara itu, komposisi dan penyuntingan suara dikerjakan Muhammad Chardery Pratama bersama Sabrina Eka Felisiana.

 

Salsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *